6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi - MPOIN

6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi

Indonesia punya ribuan tradisi kuliner. Namun, saat diminta untuk menyebutkan makanan khas Indonesia atau makanan unik Indonesia, banyak dari kita hanya menyebutkan yang itu-itu saja. Padahal, di berbagai daerah, ada banyak makanan tradisional yang jarang dibahas, tetapi menyimpan cerita, nilai gizi, dan kearifan lokal yang menarik.

Makanan tersebut lahir dengan cerita-cerita unik, mulai dari kondisi alam yang berbeda-beda seperti rawa sagu di timur hingga lahan kering di NTT. Hingga teknik fermentasi dan metode memasak tradisional yang cerdas. Dan di balik semua proses itu, ada satu unsur penting yang sering luput, yaitu kualitas air yang digunakan. Berikut enam makanan unik dari berbagai daerah yang patut mendapat perhatian lebih.

Baca Juga: Takut Ketinggalan Tren? Ini Cara Mengatasi FOMO

Papeda – Papua & Maluku

Papeda umumnya ditemui di wilayah timur seperti Papua atau Maluku. Memiliki tekstur kental dan elastis yang khas. Papeda punya cara unik dalam menikmatinya, yaitu dengan menarik adonannya menggunakan sumpit, lalu dicelupkan ke dalam kuah ikan kuning yang hangat dan kaya rempah. Sensasinya yang lembut menyatu dengan gurihnya kuah berbumbu kunyit.

Terbuat dari sagu yang tumbuh di wilayah rawa, papeda lahir dari adaptasi masyarakat timur Indonesia terhadap alam yang tidak cocok untuk sawah. Sagu dikenal sebagai karbohidrat bebas gluten dengan indeks glikemik relatif lebih rendah dibandingkan dengan nasi putih. Di Papua dan Maluku, papeda bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas dan kehidupan sehari-hari.

6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi - MPOIN

Juhu Umbut Rotan – Kalimantan Tengah

Di hutan Kalimantan, pucuk rotan muda biasanya diolah menjadi sayur khas suku Dayak yang dikenal sebagai Juhu Umbut Rotan. Umbut atau bagian ujung batang tumbuhan yang masih muda direbus cukup lama untuk meredam rasa pahit alaminya. Setelah melalui proses itu, teksturnya berubah menjadi renyah lembut dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Lebih dari sekadar hidangan, Juhu Umbut Rotan mencerminkan hubungan harmonis masyarakat Dayak dengan hutan. Seperti mengambil seperlunya, mengolah dengan bijak, dan tetap menjaga keseimbangan alam.

6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi - MPOIN

Bose – Nusa Tenggara Timur

Bose, makanan khas Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah makanan yang dibuat dari jagung yang ditumbuk lalu dimasak perlahan bersama santan dan kacang merah hingga menghasilkan tekstur yang padat dan mengenyangkan. Rasanya gurih lembut, sederhana namun menguatkan.

Di wilayah NTT yang beriklim kering, jagung umumnya lebih mudah tumbuh dibandingkan dengan padi, sehingga menjadi sumber energi utama masyarakat. Karena itu, Bose bukan sekadar hidangan, melainkan cerminan ketahanan pangan lokal yang lahir dari kondisi geografis dan kemampuan beradaptasi terhadap alam.

Baca Juga: MPASI Homemade vs Instan: Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi - MPOIN

Pa’piong – Toraja

Olahan daging khas Toraja yang dimasak dengan cara unik, yaitu dengan memasukkan daging yang telah dibumbui rempah khas ke dalam batang bambu, lalu dipanggang perlahan di atas bara api. Selama proses itu, bambu tidak hanya menjadi wadah, tetapi juga mengunci aroma dan menjaga kelembapan daging di dalamnya. Hasilnya adalah sajian yang empuk, harum, dan matang merata tanpa tambahan minyak berlebih.

Pa’piong memperlihatkan kecerdikan teknik memasak tradisional yang sederhana, namun efektif dan penuh karakter.

Dangke – Enrekang, Sulawesi Selatan

Dangke merupakan olahan susu tradisional yang digumpalkan menggunakan getah pepaya, kemudian dicetak dalam tempurung kelapa. Prosesnya sederhana, namun menghasilkan rasa gurih ringan dengan tekstur kenyal lembut yang khas.

Karena berbahan dasar susu segar, dangke sangat bergantung pada kebersihan selama proses produksi. Sanitasi yang terjaga serta kualitas air yang digunakan menjadi faktor penting untuk memastikan keamanan dan mutu pangan ini tetap terpelihara.

6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi - MPOIN

Tempoyak – Sumatera

Tempoyak merupakan hasil fermentasi durian yang dicampur garam dan didiamkan selama beberapa hari. Aromanya tajam dan khas, dengan rasa asam yang kuat, sehingga sering diolah kembali bersama ikan atau sambal. Proses fermentasi ini menghasilkan bakteri asam laktat yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Namun, keberhasilan fermentasi sangat bergantung pada kebersihan wadah dan kualitas air yang digunakan. Sedikit saja kontaminasi dapat memengaruhi rasa, tekstur, bahkan keamanannya.

6 Makanan dari Indonesia Yang Unik Dan Penuh Nutrisi - MPOIN
@Hakcipta Mohamed Yosri Mohamed Yong Di bebaskan di bawah Common Creativity Version 2, non-commercial.

Peran Air dalam Keamanan Pangan

Di balik setiap makanan tradisional yang disebutkan sebelumnya, ada satu unsur penting yang sering luput dibahas yaitu air bersih. Ia memang tidak terlihat dalam sajian akhir, tetapi berperan besar dalam menentukan kualitasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia seperti WHO menegaskan bahwa air yang terkontaminasi menjadi salah satu penyebab utama penyakit bawaan pangan. Air tidak hanya memengaruhi rasa dan tekstur, tetapi juga keamanan makanan itu sendiri.

Karena itu, sistem penyimpanan air yang tepat menjadi krusial. Seperti tandon atau tangki air MPOIN yang dirancang dengan perlindungan anti-UV, anti lumut, antimicrobial untuk membantu menjaga higienitas air lebih stabil. Dibuat dengan material yang 10x lebih kuat dan ramah lingkungan, serta menggunakan bahan food grade dan 100% BPA-free menjadikan tandon atau tangki air dari MPOIN aman untuk kebutuhan memasak dan konsumsi.

Selain itu, tandon atau tangki air MPOIN juga didukung dengan garansi hingga 50 tahun. Menunjukkan jika MPOIN bukan sekadar tandon, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas air keluarga. Karena pada akhirnya, rasa tradisi yang autentik selalu dimulai dari air yang bersih dan terjaga.

Baca Juga: Makna Siraman dalam Pernikahan Jawa: Lebih dari Sekadar Ritual Mandi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *