Ngintip Sisi “Hijau” dari Tiap Presiden Indonesia
Indonesia, sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, memiliki sejarah panjang dalam upaya pelestarian lingkungan. Setiap presiden yang memimpin memiliki kontribusi dan kebijakan yang membentuk arah perlindungan alam dan sumber daya di tanah air. Berikut lima presiden Indonesia yang meninggalkan warisan penting dalam pelestarian lingkungan hidup:
- Soekarno (1945–1967): Pelopor Kesadaran Lingkungan
Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan alam sebagai bagian dari identitas bangsa. Meskipun tidak ada kebijakan formal terkait pelestarian lingkungan pada masa pemerintahannya, semangat cinta lingkungan hidup yang ditanamkan oleh Soekarno menjadi dasar bagi generasi berikutnya untuk lebih memperhatikan isu lingkungan.
- Soeharto (1967–1998): Gerakan Nasional Reboisasi
Pada masa pemerintahan Soeharto, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Reboisasi untuk mengatasi masalah deforestasi dan degradasi lahan. Program ini bertujuan untuk menanam pohon di lahan-lahan kritis dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan. Meskipun program ini memiliki berbagai tantangan dalam implementasinya, inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pelestarian lingkungan.
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur, 1999–2001): Moratorium Penebangan Hutan
Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil langkah berani dalam isu lingkungan. Ia mengusulkan moratorium penebangan hutan untuk memberikan kesempatan bagi alam untuk pulih dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Meskipun kebijakan ini tidak sepenuhnya diterapkan, gagasan tersebut membuka ruang bagi diskusi dan kebijakan lingkungan yang lebih progresif di masa depan.
- Joko Widodo (Jokowi, 2014–2024): Moratorium Izin Lahan Sawit dan Tambang
Presiden Joko Widodo mengambil langkah konkret dalam pelestarian lingkungan dengan mengeluarkan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit. Kebijakan ini bertujuan untuk menghentikan sementara pemberian izin baru perkebunan kelapa sawit dan tambang, serta mengevaluasi izin yang telah ada untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
- Prabowo Subianto (2024–sekarang): Gerakan Nasional Tanam Bambu
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Nasional Tanam Bambu sebagai upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal. Gerakan ini bertujuan untuk menanam bambu di berbagai daerah sebagai solusi untuk mengatasi erosi, meningkatkan kualitas udara, dan menyediakan bahan baku industri yang ramah lingkungan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.
Melanjutkan Warisan Lingkungan dari Hal Sederhana
Pelestarian lingkungan tidak selalu soal hutan atau satwa langka; langkah-langkah kecil di kehidupan sehari-hari juga punya dampak besar. Mulai dari menjaga kebersihan rumah, mengelola sampah, hingga memastikan sumber daya alam tetap bersih dan aman, semua hal ini berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik.
Salah satu aspek yang kerap terlupakan namun penting adalah kualitas air. Air bersih tidak hanya baik untuk kesehatan manusia, tetapi juga menjaga ekosistem sekitar tetap seimbang, salah satu langkah awal yang dapat diambil yaitu penggunaan tangki air yang memiliki kualitas unggul. Untuk keluarga, memastikan sumber air yang digunakan aman menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung pelestarian lingkungan.
Selain itu, menggunakan tangki air berkualitas tinggi juga termasuk bagian dari gaya hidup yang mendukung pelestarian lingkungan. Tangki yang tahan lama dan mudah dirawat berarti mengurangi limbah plastik atau penggantian tangki yang terlalu sering. Dengan langkah sederhana ini, setiap rumah tangga dapat ikut berkontribusi menjaga kelestarian sumber daya alam sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Dengan langkah-langkah kecil seperti ini, warisan lingkungan yang ditinggalkan para presiden dapat kita teruskan, dimulai dari rumah sendiri, demi generasi yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih lestari.