Pernah membuka keran di pagi hari, lalu air yang keluar pertama kali terlihat keruh? Setelah dibiarkan mengalir beberapa saat, air perlahan kembali tampak lebih jernih. Kondisi seperti ini cukup sering terjadi di rumah, terutama pada keran yang jarang digunakan, rumah yang sempat mengalami gangguan aliran air, atau instalasi pipa yang sudah lama dipakai.
Air keran pertama kali dibuka keruh tidak selalu berarti sumber air langsung bermasalah. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan karena air digunakan untuk banyak kebutuhan harian, mulai dari mandi, mencuci, memasak, membersihkan peralatan makan, sampai mencuci tangan. Kalau air sering terlihat keruh di awal, sistem air di rumah sebaiknya mulai diperiksa dari beberapa bagian, bukan hanya dari kerannya saja.
Endapan di Pipa Bisa Ikut Terbawa

Salah satu penyebab air keran keruh saat pertama kali dibuka adalah endapan di dalam pipa. Saat keran tidak digunakan selama beberapa jam, air bisa diam di jalur pipa. Dalam kondisi tersebut, partikel halus, pasir kecil, sisa mineral, atau endapan dari instalasi air dapat mengendap sementara.
Ketika keran dibuka kembali, dorongan air pertama bisa membawa endapan tersebut keluar. Akibatnya, air terlihat keruh di awal, lalu kembali jernih setelah aliran berjalan beberapa saat. Kondisi ini biasanya lebih terasa pada keran yang jarang digunakan atau setelah aliran air sempat mati.
Dilansir dari laman PALYJA, air bisa terlihat keruh setelah gangguan produksi atau perbaikan kebocoran jaringan pipa karena endapan di dasar pipa terdorong mengikuti aliran air. Dalam kondisi tersebut, disarankan membuka keran beberapa saat untuk memastikan ada atau tidaknya endapan yang ikut keluar.
Perubahan Tekanan Air Juga Bisa Berpengaruh
Air keran yang tiba-tiba keruh juga bisa dipengaruhi oleh perubahan tekanan air. Saat aliran air sempat berhenti lalu menyala kembali, tekanan dalam pipa bisa berubah. Perubahan ini dapat mengangkat kotoran halus yang sebelumnya menempel atau mengendap di dalam pipa.
Mengutip laman Perumda Tirta Bhagasasi, air PDAM bisa keruh karena beberapa faktor, seperti kualitas air baku yang terganggu, perbaikan kebocoran, kebocoran pipa di sekitar pelanggan, hingga kenaikan tekanan air dalam jaringan pipa yang dapat mengangkat kotoran yang mengendap.
Jadi, air keran keruh tidak selalu berasal dari satu penyebab. Bisa saja kondisi tersebut terjadi karena gangguan sementara pada distribusi air, perbaikan jaringan, pipa yang sudah lama, atau tekanan air yang berubah mendadak.
Air Putih Berkabut Berbeda dengan Air Keruh Kotor
Tidak semua air yang terlihat keruh punya penyebab yang sama. Ada air yang tampak cokelat atau kekuningan karena membawa partikel. Ada juga air yang terlihat putih seperti berkabut ketika pertama keluar dari keran. Air yang tampak putih berkabut biasanya terjadi karena adanya gelembung udara kecil di dalam air, terutama setelah ada perubahan tekanan.
Kalau penyebabnya gelembung udara, air biasanya akan kembali jernih setelah didiamkan sebentar di gelas atau ember. Gelembung udara akan naik dan menghilang dengan sendirinya. Namun, jika air tetap keruh, berbau, meninggalkan endapan, atau berubah warna, kondisi tersebut perlu diperhatikan lebih serius.
Cara sederhana untuk mengenalinya adalah dengan melihat apakah air keruh hanya muncul di satu keran atau semua keran. Kalau hanya terjadi di satu titik, kemungkinan masalah berada di jalur pipa atau keran tersebut. Kalau semua titik air mengalami hal yang sama, sumber air, tangki, atau sistem distribusi perlu ikut diperiksa.
Tangki Air Tetap Perlu Masuk Daftar Cek
Air keran yang pertama keluar keruh tidak selalu berasal dari tangki air. Namun, jika rumah menggunakan tangki sebagai tempat penyimpanan, kondisi tangki tetap perlu diperhatikan. Air yang tersimpan di tangki kurang terlindungi bisa membawa endapan halus atau partikel yang ikut mengalir ke keran.
Tangki air menjadi tempat air menunggu sebelum digunakan. Jika tangki kurang tertutup, mudah terkena panas, atau bagian dalamnya mulai berlumut, kualitas air bisa berubah selama penyimpanan. Endapan yang menumpuk di dasar tangki juga bisa ikut terbawa ke pipa ketika aliran air bergerak.
Karena itu, saat air keran pertama kali dibuka keruh, jangan langsung menyalahkan satu bagian saja. Sistem air perlu dilihat dari awal, mulai dari sumber air, tangki penyimpanan, pipa, sampai titik keluarnya air. Air yang nyaman digunakan setiap hari berasal dari sistem penyimpanan dan distribusi yang sama-sama terjaga.
Jangan Langsung Panik, Tapi Tetap Perlu Dicek
Kalau air keran keruh hanya muncul sebentar lalu kembali jernih, caranya bisa dengan membiarkan air mengalir beberapa saat sebelum digunakan. Namun, kalau air tetap keruh dalam waktu lama, muncul bau, berubah warna, atau meninggalkan banyak endapan, sebaiknya sistem air diperiksa lebih lanjut.
Perhatikan juga kapan air keruh muncul. Kalau terjadi setelah hujan deras, perbaikan jaringan, atau air sempat mati, penyebabnya bisa berkaitan dengan perubahan aliran dan distribusi. Namun, kalau air keruh muncul terus-menerus tanpa kondisi khusus, tangki dan instalasi air di rumah perlu lebih diperhatikan.
Baca juga: Pelampung Air Otomatis untuk Mengontrol Pompa dan Mencegah Toren Meluap
Air Lebih Nyaman Dipakai Saat Penyimpanannya Terjaga
Air keran pertama kali dibuka keruh bisa terjadi karena endapan di pipa, perubahan tekanan air, gangguan distribusi, atau kualitas penyimpanan air yang kurang terjaga. Karena itu, menjaga kualitas air tidak cukup hanya dari sumbernya. Tempat penyimpanan air juga perlu diperhatikan agar air harian lebih nyaman digunakan.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan tangki air MPOIN, air tersimpan di tempat yang dirancang untuk membantu melindungi kualitasnya sebelum dialirkan ke keran, shower, dapur, dan area cuci. Jadi, saat air digunakan setiap hari, keluarga bisa merasa lebih nyaman karena air berasal dari penyimpanan yang lebih higienis dan terlindungi.
Baca juga: Kamar Mandi Cepat Lumutan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
