ARTIKEL ID - ABU VULKANIK (1)

Rumah Terkena Abu Anak Krakatau? Jangan Asal Bersihkan, Lakukan Cara Ini!

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat terbawa angin hingga jauh dari lokasi gunung dan berpotensi menempel pada atap, halaman, kendaraan, hingga masuk ke dalam rumah. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran abu perlu lebih berhati-hati saat melakukan pembersihan.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), analisis citra satelit pada Minggu (6/9/2026) pukul 08.00 WIB mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

BMKG menjelaskan, sebaran abu hingga ketinggian 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya. Sementara itu, abu hingga ketinggian 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut.

Dilansir dari detikProperti, membersihkan abu vulkanik tidak dapat disamakan dengan membersihkan debu rumah biasa.

Meski sekilas terlihat seperti debu biasa, abu vulkanik terdiri dari partikel halus yang dapat kembali beterbangan ketika disapu dalam keadaan kering dan bersifat abrasif terhadap sejumlah permukaan. Karena itu, cara membersihkan abu vulkanik di rumah perlu dilakukan secara bertahap dengan perlindungan diri dan penggunaan air yang tepat.

Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah yang terkena abu vulkanik Anak Krakatau dengan benar?

Gunakan Masker dan Pelindung Mata Sebelum Membersihkan

masker

Sebelum mulai membersihkan, gunakan masker dan pelindung mata. Menurut U.S. Geological Survey (USGS), orang yang melakukan pembersihan abu dianjurkan memakai masker debu yang efektif dan kacamata pelindung. Menyapu abu dalam keadaan kering juga sebaiknya dihindari karena dapat membuat partikel kembali terangkat ke udara.

Jika abu masih turun, sebaiknya tunggu hingga kondisi mereda sebelum melakukan pembersihan secara menyeluruh. Tutup pintu dan jendela agar abu dari luar tidak semakin banyak masuk.

Baca juga: Bantal Menguning karena Bekas Keringat? Begini Cara Membersihkannya

Basahi Endapan Abu Secukupnya

Air dapat membantu mengurangi abu beterbangan, tetapi penggunaannya jangan berlebihan. Dikutip dari USGS, abu halus dapat dilembapkan menggunakan sedikit air agar tidak mudah terangkat ke udara. Namun, terlalu banyak air justru dapat membuat abu mengeras dan semakin sulit dibersihkan.

Untuk endapan abu yang cukup tebal pada lantai keras, basahi secukupnya terlebih dahulu, kemudian kumpulkan secara perlahan dan masukkan ke dalam kantong. USGS juga menyarankan endapan tebal pada lantai tidak disapu dalam keadaan kering.

Gunakan Kain Pel Lembap untuk Membersihkan Lantai

Pada bagian dalam rumah, cara membersihkan abu vulkanik di rumah sebaiknya menggunakan metode yang meminimalkan debu.

Lantai keras dapat dibersihkan menggunakan kain pel lembap atau kain basah. Cara ini membantu mengangkat abu tanpa membuat partikel halus kembali berputar di udara.

Jika kain sudah dipenuhi abu, bilas terlebih dahulu sebelum digunakan kembali agar partikel yang menempel tidak justru tersebar ke bagian lantai lainnya.

Bersihkan Karpet dan Furnitur dengan Detergen

Abu vulkanik juga dapat masuk ke sela karpet, sofa, dan pelapis furnitur. Untuk bagian tersebut, hindari langsung menggosok permukaan.

USGS menyarankan abu pada karpet dan pelapis furnitur disedot terlebih dahulu. Setelah itu, permukaan dapat dibersihkan menggunakan sampo detergen. Menggosok terlalu keras tidak dianjurkan karena partikel abu yang tajam dapat merusak serat kain.

Untuk permukaan kaca, porselen, dan akrilik, gunakan kain atau spons yang telah diberi larutan detergen lalu bersihkan secara perlahan. Abu yang tergesek terlalu kuat dapat menimbulkan goresan.

Jangan Dorong Abu ke Saluran Air

Saat membersihkan halaman atau area luar rumah, jangan mengguyur abu hingga masuk ke selokan. USGS menyarankan saluran terbuka ditutup selama proses pembersihan agar abu tidak masuk ke sistem drainase.

Kumpulkan abu secara bertahap menggunakan alat yang sesuai, kemudian masukkan ke dalam kantong atau wadah sebelum dibuang mengikuti arahan dari pihak setempat.

Pastikan Air yang Digunakan untuk Membersihkan Rumah Tetap Higienis

Membersihkan abu vulkanik ternyata cukup banyak membutuhkan air. Air digunakan untuk melembapkan endapan abu, membasahi kain pel, membilas kain yang terkena debu, hingga membersihkan karpet dan furnitur menggunakan detergen. Karena itu, air yang sudah layak digunakan perlu disimpan dengan baik agar kondisinya tetap terjaga ketika dibutuhkan untuk proses bersih-bersih rumah.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA-free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian, termasuk ketika air dibutuhkan untuk membersihkan rumah setelah terkena abu vulkanik.

Jadi, cara membersihkan abu vulkanik di rumah bukan sekadar menyapu atau mengguyurnya dengan banyak air. Basahi abu secukupnya, gunakan kain lembap pada lantai, bersihkan furnitur dengan hati-hati, dan pastikan air yang digunakan untuk proses pembersihan tersimpan dengan baik agar kegiatan bersih-bersih rumah dapat dilakukan lebih nyaman.

Baca juga: Jangan Diabaikan! Ini 4 Penyebab Kamar Tidur Bau Apek dan Pengap

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *