Melihat cacing merayap di lantai kamar mandi tentu bikin tidak nyaman. Reaksi pertama biasanya langsung menyiramnya ke saluran pembuangan. Namun, kalau sumber masalahnya tidak ditemukan, cacing bisa kembali muncul beberapa hari kemudian.
Dilansir dari detikProperti, cacing muncul di kamar mandi dapat berkaitan dengan kondisi lembap, sistem drainase yang kurang baik, hingga celah pada lantai. Artinya, sekadar membuang cacing yang terlihat belum tentu menyelesaikan masalah sampai ke sumbernya.
Kamar Mandi yang Lembap dan Kotor Bisa Jadi Pemicu

Kamar mandi memang menjadi salah satu area rumah yang paling sering terkena air. Jika lantai terus basah dan kotoran menumpuk, lingkungan tersebut bisa menjadi tempat yang mendukung munculnya berbagai organisme kecil.
Kamar mandi yang kotor dan lembap sebagai dua faktor yang dapat memicu kemunculan cacing. Sisa sel kulit mati, lendir, serta kotoran yang tidak rutin dibersihkan juga dapat menyediakan bahan organik di area tersebut.
Karena itu, biasakan membersihkan lantai dan dinding secara rutin sekaligus mengurangi genangan setelah kamar mandi digunakan.
Baca juga: Jangan Diabaikan! Ini 4 Penyebab Kamar Tidur Bau Apek dan Pengap
Saluran Air Kotor Perlu Diperiksa
Ketika cacing muncul di kamar mandi, area saluran pembuangan juga perlu menjadi perhatian. Saluran yang kotor, mampet, atau dipenuhi endapan organik dapat menciptakan lingkungan lembap yang disukai berbagai larva.
Tidak semua bentuk kecil seperti cacing yang ditemukan di kamar mandi merupakan cacing tanah. Menurut Halodoc, makhluk merah kecil yang muncul di sekitar saluran air dapat berupa cacing darah atau larva lalat drainase. Keduanya berkaitan dengan lingkungan lembap dan penumpukan bahan organik. (Halodoc)
University of Minnesota Extension juga menjelaskan bahwa larva lalat drainase berkembang pada lapisan organik lembap di saluran wastafel, pancuran, atau bak mandi. Membersihkan sumber endapan tersebut menjadi langkah utama untuk mengendalikannya.
Pipa Bocor dan Celah Lantai Jangan Diabaikan
Masalahnya juga bisa berasal dari instalasi kamar mandi. Pipa yang bocor membuat area di sekitarnya terus lembap. Sementara itu, retakan atau celah pada lantai dan sambungan keramik dapat menjadi jalur masuk organisme dari area di bawah lantai.
Memperbaiki dinding dan lantai yang retak serta menutup kembali sela keramik menjadi langkah pencegahan agar cacing tidak mudah masuk.
Jadi, apabila cacing terus muncul di lokasi yang sama meski kamar mandi sudah dibersihkan, periksa kondisi nat, pipa, dan drainase di area tersebut.
Bersihkan Saluran dan Kamar Mandi Secara Menyeluruh
Menyiram cacing ke lubang pembuangan saja tidak cukup. Fokuskan pembersihan pada tempat yang memungkinkan kotoran dan bahan organik menumpuk.
Better Homes & Gardens memasukkan saluran wastafel sebagai salah satu area kamar mandi yang sering terlupakan ketika membersihkan rumah. Rambut, sisa sabun, dan kotoran dapat menumpuk pada saluran jika tidak dibersihkan secara berkala.
Disarankan membersihkan lantai serta dinding kamar mandi dan membilas kembali menggunakan air bersih setelah proses penyikatan. Jika menggunakan cairan pembersih, selalu ikuti petunjuk pemakaian dan hindari mencampur bahan kimia sembarangan.
Kurangi Kelembapan agar Cacing Tidak Mudah Kembali
Setelah kamar mandi dibersihkan, usahakan lantai tidak terus-menerus basah. Perbaiki kebocoran, lancarkan saluran pembuangan, dan manfaatkan ventilasi atau exhaust fan agar kelembapan lebih cepat berkurang.
Better Homes & Gardens juga menekankan pentingnya perawatan kamar mandi secara rutin dan pengendalian kelembapan agar area tersebut lebih mudah dijaga kebersihannya.
Gunakan Air yang Terjaga untuk Membersihkan Kamar Mandi
Mengatasi cacing muncul di kamar mandi tetap membutuhkan air untuk membilas lantai, dinding, saluran, serta sisa cairan pembersih setelah proses penyikatan. Karena itu, air yang sudah layak digunakan juga perlu disimpan dengan baik agar kondisinya tetap terjaga ketika digunakan untuk kebutuhan kebersihan rumah.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA-free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Jadi, jangan hanya menyiram cacing yang terlihat lalu menganggap masalah selesai. Bersihkan sumber kotoran, periksa drainase dan celah lantai, kurangi kelembapan, serta gunakan air yang terjaga untuk membantu menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin.
Baca juga: Bantal Menguning karena Bekas Keringat? Begini Cara Membersihkannya
