Sudah mengepel seluruh rumah, tetapi beberapa saat kemudian justru muncul bau amis atau lantai terasa kurang bersih? Masalahnya belum tentu berasal dari cairan pembersih. Teknik mengepel, kondisi kain pel, hingga air yang digunakan juga dapat memengaruhi hasil akhir.
Dilansir dari detikProperti, gerakan mengepel yang kurang tepat bisa membuat kotoran hanya berpindah dari satu area ke area lain. Karena itu, memahami cara mengepel lantai agar tidak bau amis penting agar proses membersihkan lantai benar-benar mengangkat kotoran, bukan sekadar menyebarkannya.
Coba Teknik Angka 8 Saat Mengepel

Teknik mengepel ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil akhir. Menurut detikProperti yang mengutip pakar kebersihan Karina Toner dari Spekless, gerakan membentuk angka 8 membantu menjaga kedua sisi pel tetap bersentuhan dengan lantai dan mengumpulkan kotoran ke bagian tengah kepala pel.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Homes & Gardens. Gerakan maju-mundur lurus berisiko mendorong kotoran ke area lain, sedangkan pola angka 8 membantu mengumpulkan debu dan kotoran dengan lebih terarah.
Mulailah dari sudut ruangan dan bergerak perlahan menuju pintu keluar agar bagian lantai yang sudah dibersihkan tidak perlu diinjak kembali.
Baca juga: Lantai Kayu Bisa Kinclong Lagi, Begini Siasat Membersihkannya
Gunakan Kain Pel yang Bersih
Cara mengepel lantai agar tidak bau amis juga perlu dimulai dengan kepala pel yang bersih. Kain pel yang sudah penuh kotoran berpotensi membawa kembali debu, minyak, dan sisa kotoran ke lantai.
Kain pel berbentuk datar sebagai salah satu pilihan yang dapat membantu proses mengepel lebih efektif. Selain bentuknya, kebersihan kain pel tetap menjadi faktor utama.
Panduan Centers for Disease Control (CDC) juga menyarankan agar kain atau kepala pel yang sudah kotor tidak terus digunakan tanpa dibilas. Dalam sistem dua ember, satu ember digunakan untuk cairan pembersih dan satu lagi untuk membilas pel agar kotoran tidak terus bercampur kembali ke larutan pembersih.
Jangan Gunakan Air Pel yang Sudah Terlalu Kotor
Air pel yang berubah keruh menandakan banyak kotoran sudah berpindah dari lantai ke dalam ember. Jika terus digunakan, kotoran tersebut dapat kembali menempel pada area lain.
Karena itu, ganti air ketika sudah terlihat kotor. Penggunaan dua ember juga bisa membantu, yaitu satu untuk cairan pembersih dan satu untuk membilas kepala pel. Cara ini membantu menjaga larutan pembersih tidak cepat tercampur kotoran.
Dengan begitu, proses mengepel menjadi lebih efektif dan lantai tidak terus terkena air yang sudah dipenuhi sisa kotoran.
Gunakan Air Sesuai Jenis Lantai
Mengutip detikProperti, penggunaan air panas sebagai salah satu teknik yang dibagikan oleh praktisi kebersihan karena dapat membantu lantai lebih cepat kering. Namun, penggunaan air panas tidak cocok untuk semua jenis lantai.
Lantai kayu dan laminasi perlu mendapatkan perlakuan lebih hati-hati karena kelembapan berlebihan dapat menyebabkan pembengkakan atau perubahan bentuk. Untuk material tersebut, kain pel perlu diperas dengan baik dan penggunaan air sebaiknya mengikuti petunjuk perawatan lantai.
Artinya, jangan menggunakan satu metode untuk seluruh jenis permukaan rumah.
Pastikan Lantai Tidak Terlalu Basah
Lantai yang terlalu basah membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Selain kurang nyaman, kelembapan yang tertinggal juga dapat membuat hasil mengepel terasa kurang maksimal.
Gunakan kain pel yang sudah diperas dengan baik dan hindari meninggalkan genangan. Disarankan permukaan keras dibersihkan menggunakan air dan sabun atau pembersih yang sesuai dengan material permukaan.
Membersihkan secara teratur dan menggunakan cairan sesuai petunjuk biasanya sudah cukup untuk mengangkat kotoran pada lantai rumah.
Air yang Terjaga Membantu Proses Mengepel Lebih Bersih
Mengepel lantai tidak hanya bergantung pada cairan pembersih dan teknik gerakan. Air digunakan untuk melarutkan pembersih, membilas kepala pel, serta mengangkat kotoran dari permukaan lantai. Karena itu, air yang sudah layak digunakan juga perlu disimpan dengan baik sebelum dipakai untuk berbagai kebutuhan kebersihan rumah.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA-free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Jadi, cara mengepel lantai agar tidak bau amis bukan hanya soal menambahkan lebih banyak cairan pembersih. Gunakan teknik angka 8, bilas kain pel secara rutin, ganti air ketika sudah kotor, serta gunakan air yang kondisinya terjaga agar proses membersihkan lantai menjadi lebih optimal.
Baca juga: Rambut Sering Bikin Wastafel Mampet, Begini Cara Mengatasinya
