Berhenti Makan Saat Imsak atau Subuh? Ini jawabannya - MPOIN

Berhenti Makan Saat Imsak atau Subuh? Ini jawabannya

Saat bulan Ramadan tiba, selain perbincangan mengenai kapan awal puasa, terdapat juga perbincangan yang sering sekali muncul, yaitu “Kapan sebenarnya batas waktu sahur?” Pertanyaan ini menjadi penting karena, banyak orang yang merasa khawatir jika puasanya tidak sah hanya karena salah memahami aturan berpuasa.

Kebingungan ini wajar, karena dalam kalender Ramadan, biasanya kita melihat dua waktu yang berdekatan yaitu imsak dan Subuh. Namun, apakah benar imsak adalah tanda mutlak untuk berhenti makan? Atau justru Subuh yang menjadi batas sebenarnya menurut syariat? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami masing-masing istilah secara utuh

Sahur dalam Perspektif Sejarah dan Syariat

Sahur adalah makan atau minum yang dilakukan sebelum terbitnya fajar, sebagai persiapan menjalani puasa. Dalam ajaran Islam, sahur bukan sekadar kebiasaan, melainkan sunnah yang dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa dalam sahur terdapat keberkahan (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara historis, para sahabat juga melakukan sahur hingga mendekati waktu Subuh. Sahur memiliki dua dimensi yaitu spiritual dan fisik. Secara spiritual, ia menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan tradisi puasa di agama lain. Sedangkan secara fisik, sahur membantu menjaga energi dan hidrasi tubuh selama berjam-jam tanpa asupan.

Artinya, sahur bukan hanya soal makan dini hari, tetapi bagian dari kesiapan menjalani ibadah dengan optimal.

Baca Juga: Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya

Tradisi Yang Sering Disalahpahami

Kata imsak secara bahasa berarti menahan diri. Dalam konteks puasa, istilah ini berkembang sebagai waktu peringatan agar umat Islam bersiap menghentikan makan sebelum Subuh tiba.

Namun, penting dipahami, jika tidak ada dalil yang menyatakan imsak sebagai batas akhir makan. Dalam praktiknya, waktu imsak muncul sebagai bentuk kehati-hatian. Dalam penyusunannya, jadwal imsakiyah biasanya waktu imsakiyah berbeda sekitar 10 menit sebelum waktu subuh.

Tradisi ini berkembang kuat di Indonesia. Karena selalu tercantum dalam jadwal Ramadan. Sehingga banyak orang mengira imsak adalah batas terakhir untuk melakukan makan dan minum. Padahal, secara syariat, puasa dimulai saat masuknya waktu Subuh, bukan saat imsak.

Berhenti Makan Saat Imsak atau Subuh? Ini jawabannya - MPOIN

Batas Sebenarnya Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Dalam Al-Qur’an, tepatnya QS Al-Baqarah ayat 187, Allah berfirman bahwa umat Islam diperbolehkan makan dan minum hingga jelas terbit fajar. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah fajar shadiq yaitu cahaya horizontal di ufuk timur yang menandai masuknya waktu Subuh. Dengan begitu, dalam syariatm subuh adalah batas sebenarnya.

Lalu bagaimana dengan pertanyaan populer menghenai “Bolehkah makan saat azan Subuh berkumandang?” Maka jawabannyam, adalah jika seseorang sudah yakin waktu Subuh telah masuk, maka ia wajib berhenti. Tapi jika masih ragu dan belum yakin masuk waktunya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun yang jelas, secara prinsip syariat, batas sahur adalah masuknya waktu Subuh, bukan imsak.

Baca Juga: Takut Ketinggalan Tren? Ini Cara Mengatasi FOMO

Kualitas Sahur dan Peran Air Bersih di Rumah

Namun sahur bukan hanya soal kapan berhenti makan. Kualitas asupan sebelum Subuh juga menentukan daya tahan tubuh selama puasa. Hidrasi yang cukup menjadi kunci agar tubuh tidak mudah lemas, sakit kepala, atau kehilangan fokus di siang hari.

Di sinilah peran air bersih di rumah menjadi sangat penting. Air yang tersimpan semalaman di dalam tandon harus tetap higienis. Tangki yang terpapar sinar matahari langsung berisiko meningkatkan suhu air, memicu pertumbuhan lumut, bahkan membuka peluang berkembangnya jamur dan mikroorganisme tertentu. Tanpa disadari, kualitas air bisa berubah.

MPOIN menghadirkan tangki air dengan teknologi dan material yang dirancang untuk menjaga kualitas air lebih stabil. Dilengkapi perlindungan anti-UV untuk membantu menghambat paparan sinar matahari langsung, fitur anti lumut dan antimicorbial untuk meminimalisir risiko pertumbuhan organisme di dalam tangki, dirancang hingga 10x lebih kuat untuk memberikan keamanan ekstra terhadap tekanan dan benturan,  hingga garansio 50 tahun.

Menjadikan MPOIN adalah bagian penting dari sistem rumah yang mendukung kesehatan dan ketenangan keluarga. Sehingga setiap sahur dan setiap ibadah dijalani dengan lebih nyaman, lebih aman, dan lebih berkualitas.

Baca Juga: Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Memenuhi Kebutuhan Air Hariannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *