Pernah tidak kamu berniat membuka handphone hanya untuk sebentar, tapi tiba-tiba waktu sudah berjalan satu atau dua jam? Awalnya hanya scroll media sosial, lalu lanjut ke menonton video pendek, lanjut lagi ke chat, dan akhirnya tanpa sadar waktu berlalu begitu saja. Hal ini terasa normal karena hampir semua orang mengalaminya.
Di era digital, screen time sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita bekerja di depan laptop, menikmati hiburan lewat smartphone, bahkan saat ini belanja dan belajar juga bisa dilakukan lewat layar. Masalahnya, screen time yang tidak terkontrol secara tidak sadar mulai mengganggu aktivitas penting yang kita lakukan, seperti tidur, produktivitas, bahkan hubungan dalam keluarga.
Apa Itu Screen Time dan Kenapa Bisa Berlebihan?
Screen time adalah total waktu yang kita habiskan untuk menatap layar perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, laptop, komputer, atau televisi. Screen time sebenarnya tidak selalu buruk, karena banyak aktivitas produktif yang dilakukan melalui perangkat digital.
Namun, screen time sering menjadi berlebihan karena kebiasaan kecil yang terus berulang. Contohnya, membuka handphone setiap kali kita merasa bosan, menonton video tanpa batas, atau merasa harus selalu online di dunia maya. Ditambah lagi, aplikasi digital memang dirancang untuk membuat pengguna betah berlama-lama, mulai dari adanya fitur notifikasi, rekomendasi konten, dan fitur autoplay yang sering kali membuat seseorang sulit berhenti.
Baca Juga: Penyakit Akibat Pola Hidup: Dari Obesitas hingga Penyakit Lingkungan
Dampak Screen Time pada Kesehatan Fisik
Efek screen time yang paling cepat terasa biasanya muncul dari sisi fisik. Banyak orang menganggap ini sepele, padahal kalau terjadi terus-menerus bisa berdampak jangka panjang. Beberapa dampak fisik yang paling sering muncul antara lain:
- Mata lelah dan kering
Hal ini sering terjadi terutama setelah menatap layar terlalu lama tanpa jeda. Gejalanya bisa berupa perih, pandangan buram, atau mata terasa berat.
- Sakit kepala ringan hingga berat
Karena mata yang terus dipaka fokus, tak jarang hal ini sering memberikan efek sakit kepala.
- Nyeri leher, bahu, dan punggung
Gejala ini biasanya muncuk akibat posisi tubuh yang cenderung menunduk saat menggunakan smartphone atau duduk terlalu lama di depan laptop
- Postur tubuh memburuk
Sering berjalannya waktu, kebiasaan duduk tidak ergonomis bisa berdampak pada perubahan postur tubuh.

Dampak Screen Time pada Tidur dan Mental
Salah satu efek paling serius dari screen time adalah gangguan tidur. Cahaya biru dari layar gadget dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, kita lebih sulit tidur atau tidur menjadi tidak nyenyak.
Banyak orang merasa sudah tidur cukup lama, tetapi tetap terbangun dalam kondisi lemas. Hal ini karena kualitas tidur terganggu oleh kebiasaan bermain gadget sebelum tidur.
Selain tidur, screen time juga memengaruhi kesehatan mental. Banyaknya paparan informasi, notifikasi, dan konten hiburan membuat otak terus bekerja tanpa istirahat. Ini mengakibatkan konsentrasi menurun, emosi lebih mudah naik turun, dan stres bisa meningkat.
Baca Juga: Cara Kerja Teknik Napas 4-7-8 untuk Mengurangi Stres Harian
Dampak Screen Time pada Anak dan Hubungan Keluarga
Jika pada orang dewasa screen time bisa mengganggu produktivitas, pada anak dampaknya bisa lebih kompleks. Anak yang terlalu sering bermain gadget cenderung lebih mudah terdistraksi, sulit fokus, dan berisiko mengalami gangguan pola tidur.
Bukan hanya itu, screen time juga bisa memengaruhi hubungan keluarga. Banyak rumah yang terlihat ramai, tetapi sebenarnya semua orang sibuk dengan layar masing-masing. Makan bersama tidak lagi jadi momen ngobrol karena semua menunduk melihat handphone. Anak pun terbiasa mencari hiburan dari gadget, bukan dari interaksi nyata. Jika ini berlangsung terus-menerus, rumah bisa kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat berkumpul, berkomunikasi, dan saling terhubung secara emosional.
Screen Time Terkendali, Keluarga Lebih Berkualitas
Mengurangi screen time tidak harus ekstrem. Kuncinya adalah membuat aturan sederhana yang realistis. Misalnya, hindari gadget satu jam sebelum tidur, matikan notifikasi aplikasi hiburan, dan buat zona bebas gadget seperti di meja makan atau kamar tidur.
Yang sering dilupakan, pengendalian screen time juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan rumah. Rumah yang nyaman, bersih, dan mendukung aktivitas keluarga akan membuat orang lebih mudah lepas dari gadget. Bahkan hal sederhana seperti mandi sore, membersihkan rumah, atau aktivitas outdoor di halaman bisa menjadi agenda yang jauh lebih sehat.
Di sinilah pentingnya kualitas rumah yang mendukung gaya hidup sehat, termasuk akses air bersih yang stabil. Aktivitas keluarga seperti mandi, memasak, mencuci, dan menjaga kebersihan rumah sangat bergantung pada sistem air yang aman.
Untuk mendukung rumah yang lebih sehat, MPOIN hadir dengan solusi tangki air yang dirancang lebih higienis dan tahan lama, sehingga kualitas air di rumah tetap terjaga. Dengan lingkungan rumah yang lebih nyaman dan sehat, keluarga bisa lebih aktif, lebih produktif, dan tidak selalu bergantung pada layar gadget untuk merasa terhibur.
Baca juga: Ternyata Begini Cara Menentukan Awal Puasa di Indonesia
