Pernah tidak kalian merasa gelisah saat melihat banyak orang di media sosial mengikuti tren, berbagi pengalamannya soal momen sosial yang lagi dilakukan banyak orang. Perasaan gelisah ini sering kali membuat kita merasa tertinggal.
Fenomena ini sangat umum terjadi di era media sosial dan dikenal dengan istilah FOMO atau Fear of Missing Out. Singkatnya, FOMO adalah rasa takut tertinggal tren, takut tidak ikut momen tertentu, atau takut dianggap tidak up to date oleh lingkungan sosial.
Apa Itu FOMO dan Kenapa Bisa Terjadi?
FOMO bukan sekadar rasa penasaran. Ini adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasa harus selalu terlibat dalam sesuatu agar tidak merasa kalah, tidak dianggap ketinggalan, atau tidak kehilangan kesempatan sosial.
Pada dasarnya, manusia memang punya kebutuhan untuk diterima dan merasa terhubung. Namun, media sosial membuat kebutuhan itu menjadi jauh lebih intens karena informasi dan aktivitas orang lain bisa kita lihat kapan saja, bahkan setiap menit.
Baca Juga: Jangan Telan Mentah-Mentah: Logical Fallacy yang Sering Menyesatkan di Media Sosial

Kenapa Media Sosial Membuat FOMO Semakin Parah?
Di media sosial, pada dasarnya kita jarang melihat realita secara utuh. Yang muncul di timeline biasanya hanya potongan terbaik mulai dari pencapaian, gaya hidup, momen bahagia, atau hal-hal yang terlihat keren.
Di sisi lain, algoritma media sosial juga sering kali bekerja sebagai pemicu emosi. Konten yang membuat kita terpancing akan lebih sering muncul. Akibatnya, kita seperti masuk ke lingkaran yang membuat kita terus membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain.
Dampak FOMO Jika Tidak Dikendalikan
Jika diabaikan, FOMO bisa berdampak serius seperti:
- Kecemasan dan overthinking
- Menurunnya rasa percaya diri
- Sulit fokus dan produktif
- Menimbulkan perilaku konsumtif
- Burnout digital
Jika sudah berdampak seperti ini, FOMO bukan lagi masalah kecil karena sudah mengganggu kualitas hidup kita sehari-hari.
Cara Mengatasi FOMO Secara Sehat
Untuk keluar dari keadaaan FOMO, kia tak selalu harus hilang dari sosial media. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menguranginya, seperti:
- Sadari bahwa tak semuanya harus diikuti
Menyadari bahwa tren akan selalu berganti adalah langkah awal untuk mengatasi FOMO. Dengan begitu, kita tidak akan memaksakan diri untuk selalu mengikuti tren atau fenomena sosial yang sedang ramai.
- Batasi penggunaan sosial media
Membatasi bukan berarti tidak menggunakan media sosial. Kamu tetap bisa menggunakan media sosial dengan memberikan batas waktu seperti 30 menit pagi dan 30 menit malam. Ini membantu kamu tetap update tanpa kehilangan waktu produktif.
- Isi hidup dengan aktivitas nyata
Cari dan lakukan kegiatan semacam hobi, olahraga ringan, quality time bersama keluarga, atau sekadar membersihkan rumah. Hal ini bisa menjadi cara paling efektif untuk mengembalikan rasa kontrol atas hidup.
Baca Juga: MPASI Homemade vs Instan: Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?
Hidup Tenang Itu Bukan Tentang Ikut Tren
Pada akhirnya, hidup yang sehat bukan tentang siapa yang paling update, tapi tentang ketenangan. Dan terkadang, ketenangan justru dimulai dari hal-hal sederhana di rumah. Misalnya, urusan air bersih yang lancar.
Meski terlihat remeh, urusan air adalah hal yang krusial. Untuk itu, MPOIN hadir sebagai solusi urusan air rumah tangga. Dirancang dengan teknologi anti UV dan anti lumut, dilengkapi dengan perlindungan anti-jamur dan anti virus, toren atau tangki air dari MPOIN membuat urusan air di rumah jadi jauh lebih praktis dan minim gangguan. Sehingga kamu bisa fokus menjalani kehidupan, bukan sibuk mengejar tren yang tidak ada habisnya.
Baca Juga: Efek Screen Time: Saat Gadget Mulai Mengganggu Kita
