Saat memilih apartemen, dua hal yang paling sering kita tanyakan adalah perihal harga dan lokasi. Kita sering memastikan kalau tempat yang akan ditinggali memiliki lokasi yang strategis, memiliki mobilisasi yang mudah. Kemudian memastikan jika kita memiliki kemampuan finansial untuk jangka panjang.
Tapi banyak dari calon penghuni yang lupa jika apartemen pilihan mereka akan dipakai dalam waktu panjang dan sebagai tempat kegiatan harian. Ini berarti faktor kenyamanan hidup, kesehatan lingkungan, dan kualitas utilitas gedung harus ikut diperhitungkan. Yuk simak apa saja yang perlu calon penghuni perhatikan sebelum memilih apartemen.
Periksa Lingkungan dan Sirkulasi Udara
Pertama, pastikan lingkungan apartemen adalah lingkungan yang nyaman. Ini bisa dilihat dari seperti apa keadaan sekitar apartemen. Seperti pemukiman sekitar, jarak antara bangungan, apakah ada potensi terhalangnya cahaya matahari atau tidak, apakah jarak antara apartemen terlalu rapat antara gedung lain, dan apakah apartemen memiliki sirkulasi udara yang baik atau tidak.
Karena idealnya, setiap unit di apartemen mendapatkan cukup cahaya alami dan punya jalur ventilasi yang memungkinkan pertukaran udara. Ini menjadi penting karena hal tersebut bukan hanya kenyamanan tapi juga soal kesehatan pernapasan dalam jangka panjang. Selain itu sirkulasi udara yang buruk bisa memicu bau apek, jamur, dan rasa pengap di dalam unit.
Baca Juga: Lebih Dari Sekedar Beat: Musik Pop Bisa Jadi Teman Saat Mental Goyah

Cek Sistem Air dan Sanitasi Gedung
Tahap selanjutnya, tanyakan bagaimana sistem air di gedung tersebut bekerja. Apakah menggunakan tangki penyimpanan pusat? Seberapa sering dibersihkan? Bagaimana sistem distribusi pipanya? Bagian ini sering sekali diabaikan, padahal ini adalah salah satu hal yang paling krusial. Ini karena, hampir seluruh aktivitas di dalam apartemen pastinya membutuhkan air, seperti mencuci baju atau peralatan dapur, membersihkan ruangan, dan mandi.
Saat melakukan survei unit, calon penghuni bisa lakukan tes sederhana dengan membuka keran dan biarkan mengalir beberapa detik. Saat tes sederhana itu, calon penghuni bisa perhatikan apakah air yang keluar saat awal keruh, berbau, atau berwarna.
Selain itu cek juga tekanan air di shower dan wastafel. Perhatikan tekanan yang keluar. Jika air terlalu lemah atau tidak stabil, maka tanyakan pengelola. Karena itu bisa saja tanda masalah di sistem distribusi.
Uji Area Basah: Kamar Mandi dan Dapur
Meski sistem air sudah diperiksa, calon penghuni juga wajib mengecek area basah di dalam unit seperti kamar mandi, dan dapur. Perhatikan detail di kamar mandi dan dapur mulai dari Periksa sudut-sudut lantai, nat keramik, hingga plafon.Pastikan apakah ada tanda lembab atau bekas rembesan.
Perhatikan juga saluran pembuangan, apakah air mengalir lancar atau menggenang. Ini penting karena genangan kecil saja bisa menjadi sumber jamur dan bakteri jika terjadi terus-menerus. Dan jangan sampai genangan tersebut justru menjadi pintu dari terjadinya banjir di unit.
Baca Juga: Main Sosmed Juga Butuh Detoks Tanpa Drama
Tanya Standar Maintenance Gedung
Apartemen yang dikelola dengan baik biasanya memiliki standar maintenance utilitas yang jelas dan terjadwal. Jadi jangan ragu bertanya langsung ke manajemen gedung seperti;
- Apakah ada jadwal rutin flushing dan sterilisasi sistem air
- Bagaimana prosedur jika air keruh atau berbau
- Apakah ada sistem filter sebelum distribusi ke unit
- Kapan terakhir kali jaringan pipa diperiksa
- Apakah ada laporan maintenance berkala yang bisa diakses penghuni
Lewat hal tersebut, calon penghuni bisa mengetahui apakan pengelolaan utilitas apartemen transparan atau tidak. Jika iya, maka itu pertanda itu adalah apartemen yang serius menjaga kualitas hunian.Seperti MPOIN yang juga transparan, dalam semua produknya. Material, struktur lapisan, hingga perlindungan higienitas semua dijelaskan secara terbuka bukan sekedar klaim. Ini membuat semua pengguna produk MPOIN mengetahui apa yang melindungi kualitas air mereka.
Baca Juga: Anabul Keracunan Tanpa Sebab Jelas? Coba Cek Ini di Rumahmu
