Cuci piring termasuk aktivitas dapur yang dilakukan hampir setiap hari. Setelah makan, memasak, atau membuat minuman, piring dan gelas pasti menumpuk di bak cuci piring. Karena sudah menjadi rutinitas, banyak orang tidak sadar bahwa cara mencuci piring bisa membuat pemakaian air jadi lebih boros.
Kebiasaan cuci piring yang tanpa sadar bikin boros air biasanya muncul dari hal sederhana. Keran dibiarkan menyala saat menyabuni, sisa makanan langsung dibilas dengan air, atau alat makan dicuci tanpa urutan yang jelas. Dilansir dari EPA WaterSense, penggunaan bak cuci atau baskom saat mencuci piring dengan tangan dapat membantu menghemat air. EPA WaterSense juga menyarankan agar sisa makanan dikerik terlebih dahulu, bukan langsung dibilas terus-menerus dengan air mengalir.
Keran Dibiarkan Menyala dari Awal Sampai Akhir

Kebiasaan yang paling sering membuat air cepat habis adalah membiarkan keran menyala sepanjang proses mencuci piring. Saat piring sedang disabuni, wajan sedang digosok, atau gelas sedang dibersihkan, air tetap mengalir padahal belum tentu digunakan.
Membiarkan keran menyala selama lima menit saat mencuci piring dapat membuang sekitar 10 galon air. Angka ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil di dapur bisa berpengaruh besar jika dilakukan setiap hari. Karena itu, keran sebaiknya dinyalakan hanya saat membasahi dan membilas peralatan makan.
Sisa Makanan Langsung Dibilas dengan Air
Banyak orang langsung menaruh piring kotor di bawah keran untuk menghilangkan sisa nasi, minyak, saus, atau remah makanan. Cara ini memang terasa praktis, tetapi bisa membuat air lebih banyak terpakai. Padahal, sebagian besar sisa makanan bisa dibersihkan terlebih dahulu tanpa air.
Sisa makanan sebaiknya dibuang ke tempat sampah atau komposter sebelum piring dicuci. Dengan cara ini, proses mencuci menjadi lebih cepat karena air tidak dipakai untuk mendorong kotoran yang masih menempel. Selain membantu menghemat air, kebiasaan ini juga membuat bak cuci piring tidak cepat kotor dan saluran pembuangan lebih minim sumbatan.
Mencuci Semua Peralatan Tanpa Urutan
Mencuci piring tanpa urutan juga bisa membuat pemakaian air kurang efisien. Gelas yang hanya terkena air putih, piring bekas makanan kering, piring berminyak, dan wajan kotor membutuhkan waktu pencucian yang berbeda. Jika semuanya dicampur, proses bilas bisa berlangsung lebih lama.
Lebih baik peralatan yang paling ringan kotorannya dicuci terlebih dahulu. Setelah itu, barulah alat makan yang berminyak atau alat masak yang lebih sulit dibersihkan. Urutan seperti ini membuat air bilasan lebih efektif digunakan dan proses mencuci terasa lebih rapi.
Terlalu Banyak Sabun Membuat Bilasan Lebih Lama
Sabun cuci piring memang membantu mengangkat minyak dan sisa makanan. Namun, memakai sabun terlalu banyak justru bisa membuat proses bilas menjadi lebih lama. Busa yang berlebihan menempel di piring, sendok, gelas, dan wadah plastik, sehingga air yang dibutuhkan untuk membilas ikut bertambah.
Takaran sabun sebaiknya cukup untuk membersihkan kotoran, bukan sebanyak mungkin sampai busa melimpah. Piring tetap bisa bersih jika digosok dengan benar dan dibilas sampai permukaannya terasa kesat. Dengan begitu, air tidak terbuang hanya untuk menghilangkan busa berlebihan.
Mencuci Piring Tetap Perlu Air yang Bersih
Menghemat air bukan berarti mengurangi kebersihan. Dapur tetap membutuhkan air bersih untuk mencuci piring, membilas gelas, membersihkan alat masak, dan mencuci bahan makanan. FoodSafety menjelaskan bahwa peralatan dapur, piring, talenan, dan meja dapur perlu dicuci dengan air panas bersabun, terutama setelah bersentuhan dengan daging, unggas, seafood, atau telur mentah.
Artinya, yang perlu diperbaiki bukan hanya jumlah air yang dipakai, tetapi juga cara menggunakan air tersebut. Air tetap harus cukup untuk membersihkan peralatan dapur dengan nyaman, tetapi tidak perlu dibiarkan mengalir tanpa tujuan. Kebiasaan yang lebih teratur bisa membantu dapur tetap bersih sekaligus membuat pemakaian air lebih efisien.
Baca juga: 5 Gejala Diare yang Sering Dianggap Sepele, Padahal Perlu Diwaspadai
Dapur Lebih Efisien Dimulai dari Air yang Terjaga
Kebiasaan cuci piring yang tanpa sadar bikin boros air bisa muncul dari keran yang terus menyala, sisa makanan yang langsung dibilas, penggunaan sabun berlebihan, dan proses mencuci yang kurang teratur. Karena itu, mematikan keran saat menyabuni, membersihkan sisa makanan lebih dulu, mencuci dengan urutan yang lebih rapi, dan menggunakan air yang lebih terjaga menjadi bagian penting untuk menjaga dapur tetap efisien dan nyaman.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan tangki air MPOIN, air tersimpan di tempat yang dirancang untuk membantu melindungi kualitasnya sebelum digunakan. Aktivitas mencuci piring, membilas gelas, membersihkan alat masak, mencuci bahan makanan, hingga kebutuhan dapur lainnya pun terasa lebih nyaman karena air harian berasal dari penyimpanan yang lebih higienis dan terlindungi.
Baca juga: Bak Mandi Cepat Kotor Meski Dikuras? Ini Penyebabnya
