Mainan anak sering terlihat aman karena selalu berada di sekitar rumah. Padahal, benda yang setiap hari dipegang, dipeluk, digigit, dilempar ke lantai, atau dibawa ke luar ruangan bisa menyimpan kotoran tanpa langsung terlihat. Dari boneka, balok susun, mobil-mobilan, mainan mandi, sampai teether, semuanya bisa menjadi tempat menempelnya debu, sisa makanan, air liur, dan kuman dari tangan.
Masalah mainan anak bisa jadi sarang kotoran biasanya muncul karena mainan sering digunakan, tetapi jarang dibersihkan. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), permukaan yang bersentuhan dengan mulut anak, termasuk mainan bayi, perlu dibersihkan lalu disanitasi sesuai kebutuhan. Karena itu, membersihkan mainan bukan hanya soal membuatnya terlihat rapi, tetapi juga bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan rumah.
Mainan Anak Sering Bersentuhan dengan Banyak Permukaan

Anak-anak biasanya belum terlalu memperhatikan kebersihan saat bermain. Mainan bisa jatuh ke lantai, terselip di bawah sofa, dibawa ke halaman, lalu kembali masuk ke kamar. Dalam satu hari, mainan bisa berpindah dari tangan anak, lantai, meja, kasur, hingga area bermain bersama.
Saat mainan berpindah tempat, kotoran dari permukaan lain bisa ikut menempel. Jika mainan tersebut kembali dipegang atau dimasukkan ke mulut, kotoran yang menempel bisa ikut berpindah ke tangan atau area sekitar wajah anak. Inilah alasan mainan yang sering dipakai perlu dibersihkan secara rutin, terutama mainan yang digunakan bayi dan balita.
Air Liur dan Sisa Makanan Bisa Menempel
Beberapa mainan anak sering terkena air liur, terutama mainan bayi yang biasa digigit atau dimasukkan ke mulut. Selain itu, mainan juga bisa terkena sisa makanan saat anak bermain sambil ngemil. Walaupun noda tidak selalu terlihat jelas, permukaan mainan bisa terasa lengket dan menyimpan bau kurang sedap.
Menurut HealthyChildren, membersihkan berarti menghilangkan kotoran dan sebagian kuman dari permukaan, sedangkan sanitasi dan disinfeksi memiliki fungsi yang berbeda. Untuk penggunaan di rumah, orang tua perlu memahami perbedaannya agar mainan dibersihkan dengan cara yang aman dan sesuai kebutuhan.
Mainan Mandi Lebih Mudah Lembap
Mainan mandi sering terlihat bersih karena selalu terkena air. Namun, justru karena sering basah, mainan mandi bisa menjadi lebih lembap jika tidak dikeringkan dengan benar. Air yang masuk ke celah atau lubang kecil pada mainan dapat tertahan di dalamnya dan membuat bagian dalam mainan sulit kering.
Jika dibiarkan, mainan mandi bisa menimbulkan bau apek atau terlihat berlendir. Kondisi ini sering terjadi pada mainan karet berongga yang bisa menyimpan air di dalamnya. Setelah digunakan, mainan mandi sebaiknya dibilas, dikeringkan, dan disimpan di tempat yang memiliki aliran udara cukup agar tidak terus-menerus lembap.
Boneka dan Mainan Kain Bisa Menyimpan Debu
Boneka, bantal kecil, dan mainan kain sering menjadi teman tidur anak. Karena sering dipeluk dan diletakkan di kasur, mainan kain bisa menyimpan debu, keringat, air liur, dan kotoran dari tangan. Jika jarang dicuci, aromanya bisa menjadi apek dan membuat kamar terasa kurang segar.
Mainan kain sebaiknya dicuci sesuai petunjuk bahan. Jika mainan bisa masuk mesin cuci, proses pencucian dapat membantu mengangkat debu dan kotoran yang menempel. Setelah dicuci, mainan perlu dikeringkan sampai benar-benar kering agar tidak menyimpan kelembapan di bagian dalam.
Mainan Plastik Perlu Dicuci dengan Benar
Mainan plastik keras biasanya lebih mudah dibersihkan dibandingkan mainan kain. Namun, bukan berarti mainan plastik cukup dilap sekilas. Permukaan mainan tetap bisa menyimpan minyak dari tangan, debu, sisa makanan, atau kotoran yang menempel setelah jatuh ke lantai.
Dalam banyak situasi, membersihkan dengan sabun dan air dapat membantu menghilangkan kuman. Untuk mainan plastik yang aman terkena air, mencuci dengan sabun lalu membilasnya sampai bersih bisa menjadi langkah sederhana sebelum mainan dikeringkan dan digunakan kembali.
Mainan Elektronik Perlu Dibersihkan dengan Hati-Hati
Mainan elektronik seperti remote mainan, keyboard anak, mobil-mobilan baterai, atau mainan bersuara tidak bisa dibersihkan dengan cara direndam. Air yang masuk ke bagian baterai atau mesin bisa merusak mainan dan membuatnya tidak aman digunakan.
Untuk mainan jenis ini, bagian permukaan bisa dibersihkan dengan kain lembap yang sudah diperas. Setelah itu, mainan perlu dikeringkan sebelum kembali diberikan kepada anak. Membersihkan mainan elektronik memang perlu lebih hati-hati, tetapi tetap penting karena permukaannya sering dipegang berulang kali.
Baca juga: Tangki Air Tinggi dan Ramping untuk Kebutuhan Instalasi Rumah Modern
Mainan Lebih Higienis Dimulai dari Air yang Terjaga
Mainan anak bisa jadi sarang kotoran karena sering menyentuh lantai, terkena air liur, menyimpan sisa makanan, lembap setelah dipakai mandi, atau jarang dicuci. Karena itu, membersihkan mainan secara rutin, mengeringkannya dengan benar, dan menggunakan air yang lebih terjaga menjadi bagian penting untuk menjaga area bermain anak tetap nyaman.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan tangki air MPOIN, air tersimpan di tempat yang dirancang untuk membantu melindungi kualitasnya sebelum digunakan. Aktivitas mencuci mainan anak, membersihkan lantai area bermain, mencuci tangan, mencuci perlengkapan makan anak, hingga kebutuhan rumah lainnya pun terasa lebih nyaman karena air harian berasal dari penyimpanan yang lebih higienis dan terlindungi.
Baca juga: Bak Mandi Cepat Kotor Meski Dikuras? Ini Penyebabnya
