Pernah melihat lapisan putih pada teko, panci, keran, rak piring, atau bagian dalam ketel? Lapisan tersebut sering dianggap sebagai sisa sabun atau kotoran yang tidak terangkat saat dicuci. Padahal, kerak pada peralatan dapur juga dapat berasal dari mineral yang terbawa oleh air dan tertinggal setelah permukaannya mengering.
Kerak biasanya muncul secara perlahan. Awalnya hanya berupa bercak tipis yang mudah diabaikan, lalu semakin terlihat ketika peralatan terus terkena air. Kondisi tersebut membuat peralatan tampak kusam dan lebih sulit dibersihkan. Lantas, kenapa kerak pada peralatan dapur bisa terus muncul meskipun sudah sering dicuci?
Kerak pada Peralatan Dapur Berasal dari Mineral dalam Air

Air dapat membawa mineral terlarut, terutama kalsium dan magnesium. Dikutip dari U.S. Geological Survey, kandungan kedua mineral tersebut menjadi penyebab utama kesadahan air atau hard water. Ketika tetesan air menguap dari permukaan peralatan dapur, airnya menghilang, tetapi sebagian mineral dapat tertinggal dan membentuk noda atau lapisan padat.
Kemunculan kerak tidak otomatis menunjukkan bahwa air telah tercemar. Kerak lebih sering berkaitan dengan kandungan mineral di dalam air. Besarnya kandungan mineral dapat berbeda sesuai kondisi geologi, sumber air, dan proses pengolahan yang dilalui sebelum air sampai ke rumah. Menurut Drinking Water Inspectorate, tingkat kesadahan air dapat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh kondisi geologi di setiap wilayah.
Baca juga: Benarkah Kualitas Air di Rumah Memengaruhi Kebersihan Sikat Gigi?
Mengapa Kerak Lebih Mudah Muncul pada Peralatan yang Dipanaskan?
Teko, ketel, dispenser, dan panci yang sering digunakan untuk memanaskan air biasanya lebih cepat berkerak. USGS menjelaskan bahwa pemanasan air sadah dapat membentuk endapan padat berupa kalsium karbonat. Itulah sebabnya bagian dasar ketel atau sisi dalam panci terkadang memiliki lapisan putih yang lebih tebal dibandingkan peralatan yang hanya terkena air dingin.
Air yang dibiarkan mengering sendiri juga membuat noda mineral lebih mudah terlihat. Semakin sering proses membasahi dan mengering terjadi, semakin banyak sisa mineral yang dapat menumpuk. Karena itu, area di sekitar keran, sambungan wastafel, rak pengering, dan wadah penampung air sering menjadi tempat kerak mudah ditemukan.
Kerak Dapat Memengaruhi Tampilan dan Kinerja Peralatan
Selain membuat permukaan terlihat kusam, kerak dapat mengganggu fungsi bagian peralatan yang dialiri atau digunakan untuk memanaskan air. Endapan yang menumpuk pada lubang keran atau aerator dapat mempersempit aliran. Pada peralatan pemanas, lapisan mineral juga dapat mengurangi efisiensi perpindahan panas dan membuat proses pemanasan membutuhkan energi lebih besar.
Meski demikian, kerak tidak selalu memiliki ketebalan atau dampak yang sama. Kondisi tersebut dipengaruhi kadar mineral, suhu air, frekuensi penggunaan, serta kebiasaan membersihkan dan mengeringkan peralatan.
Cara Mengurangi Kerak pada Peralatan Dapur
Kerak sebaiknya dibersihkan sebelum lapisannya semakin tebal. Peralatan yang terkena air dapat dilap hingga kering setelah digunakan agar tetesan tidak menguap dan meninggalkan noda. Keran dan komponen yang dapat dilepas juga perlu diperiksa secara berkala.
EPA WaterSense menyarankan penggunaan cuka putih atau bahan pembersih yang sesuai untuk menghilangkan penumpukan kalsium pada keran. Untuk peralatan masak dan permukaan sensitif, cara pembersihan tetap perlu mengikuti petunjuk produsen, kemudian dibilas sampai bersih sebelum digunakan kembali.
Jika kerak terus muncul dalam waktu singkat, pemeriksaan tingkat kesadahan air dapat membantu mengetahui kandungan mineralnya. Pengolahan air yang sesuai mungkin dibutuhkan apabila kadar mineral cukup tinggi. Tangki air berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan tidak menghilangkan kalsium atau magnesium yang telah terlarut di dalam air.
Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Air Rumah
Walaupun tangki tidak menghilangkan mineral penyebab kerak, penyimpanan air yang terlindungi tetap penting untuk menjaga kondisi air sebelum digunakan. Tangki yang tertutup dan dirawat dengan baik membantu membatasi paparan kotoran dari lingkungan selama air disimpan.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Memahami penyebab kerak pada peralatan dapur dapat membantu keluarga menentukan langkah yang tepat. Membersihkan peralatan secara rutin, memperhatikan kandungan mineral air, dan menggunakan tempat penyimpanan yang sesuai dapat membantu menjaga kebersihan peralatan sekaligus kualitas air rumah.
Baca juga: Punya Cadangan Air Terbesar ke-7 Dunia, Kenapa Air Bersih di Indonesia Masih Langka?
