Di tengah isu krisis air bersih yang terjadi di berbagai negara, Indonesia sebenarnya menyimpan cadangan air tawar yang melimpah. Berdasarkan data World Bank, Indonesia mempunyai sekitar 2.018,7 miliar meter kubik sumber daya air tawar internal terbarukan dan menempati peringkat ke-7 dunia, setelah Brasil, Rusia, Kanada, Amerika Serikat, China, dan Kolombia.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya air Indonesia. Namun, cadangan air yang melimpah tidak otomatis membuat air bersih mudah diperoleh seluruh masyarakat. Di sejumlah daerah, air masih sulit diakses, hanya tersedia pada waktu tertentu, atau belum memiliki kualitas yang sesuai untuk kebutuhan rumah tangga.
Lalu, kenapa air bersih di Indonesia masih langka meskipun cadangan airnya begitu besar?
Kenapa Air Bersih di Indonesia Masih Langka?
Cadangan air menggambarkan jumlah sumber daya yang tersedia secara nasional, bukan jumlah air bersih yang langsung dapat digunakan masyarakat. Air dari sungai, danau, mata air, atau air tanah masih membutuhkan proses pengambilan, pengolahan, pengujian kualitas, hingga distribusi melalui infrastruktur yang memadai.
Persebaran air dan penduduk di Indonesia juga tidak selalu seimbang. Laporan World Bank mengenai ketahanan air Indonesia menyebutkan, distribusi ketersediaan air dan kebutuhan air antarwilayah sangat tidak merata. Pulau Jawa, misalnya, memiliki sekitar 5,9% ketersediaan air, sementara menjadi tempat tinggal bagi sekitar 56,5% penduduk Indonesia. Kondisi ini membuat wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi menghadapi tekanan kebutuhan air yang lebih besar.
Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan juga menambah tantangan pengelolaan air. Air yang melimpah di satu wilayah tidak selalu mudah dipindahkan ke daerah lain. Jarak, kondisi geografis, biaya pembangunan jaringan, serta perawatan infrastruktur turut memengaruhi distribusi air bersih.
Baca juga: Kenapa Rumah di Daerah Pesisir Punya Tantangan Air yang Berbeda?
Cadangan Air Besar Belum Menjamin Kualitasnya
Permasalahan air bersih di Indonesia bukan hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga kualitas. Sumber air dapat mengalami pencemaran akibat limbah rumah tangga, sanitasi yang kurang baik, aktivitas industri, pertanian, hingga sampah yang masuk ke sungai dan sumber air tanah.
Dokumen UNICEF mengenai perencanaan keamanan air di Indonesia mencatat bahwa ada tahun 2024, Indonesia telah mencapai cakupan akses air yang lebih baik (improved water) sebesar 92,64%. Meskipun menunjukkan kemajuan yang signifikan, proporsi penduduk yang memiliki akses terhadap air yang dikelola secara aman (safely managed water) masih berada di angka 20,49% secara nasional pada tahun 2023.
World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa kualitas air menjadi tantangan penting di Indonesia. Berdasarkan laporan WHO, sebagian rumah tangga masih menghadapi risiko kontaminasi bakteri pada sumber air yang digunakan sehari-hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan air perlu diikuti perlindungan sumber, pengolahan, pengawasan kualitas, dan penyimpanan yang tepat.
Perubahan Lingkungan Memengaruhi Ketersediaan Air
Musim kemarau panjang dapat menurunkan debit sungai, mata air, dan sumur. Sebaliknya, hujan deras serta banjir dapat membawa berbagai zat pencemar menuju sumber air. Perubahan penggunaan lahan, berkurangnya daerah resapan, serta pengambilan air tanah yang berlebihan juga dapat memengaruhi ketersediaan air dalam jangka panjang.
Karena itu, wilayah dengan curah hujan tinggi belum tentu selalu terbebas dari masalah air bersih. Tantangan sebenarnya berada pada kemampuan mengelola, menyimpan, dan menjaga kualitas air agar tetap tersedia saat dibutuhkan.
Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Air Rumah
Permasalahan air bersih di Indonesia membutuhkan solusi dari berbagai sisi, mulai dari perlindungan sumber air, pengolahan, distribusi, hingga penyimpanan di tingkat rumah tangga. Air yang kualitasnya belum sesuai kebutuhan tetap membutuhkan proses pengolahan yang tepat sebelum digunakan.
Setelah air berada dalam kondisi yang layak, tempat penyimpanan memiliki peran penting untuk menjaga kualitasnya sebelum dialirkan ke berbagai kebutuhan rumah. WHO menjelaskan bahwa pengolahan dan penyimpanan air rumah tangga yang aman menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Cadangan air Indonesia yang besar perlu didukung pengelolaan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Dengan sistem penyimpanan air yang baik, keluarga dapat membantu menjaga kualitas air untuk berbagai aktivitas sehari-hari di rumah.
Baca juga: Kekeringan Melanda Sejumlah Daerah, Kenapa Cadangan Air di Rumah Semakin Penting?
