Mengepel lantai sering dianggap pekerjaan rumah yang sederhana. Siapkan ember, isi air, campur pembersih, lalu lantai dipel sampai terlihat bersih. Namun, ada satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari, yaitu memakai ulang air bekas pel lantai untuk membersihkan area lain.
Air bekas pel lantai memang masih terlihat seperti air biasa, terutama jika lantai tidak terlalu kotor. Padahal, setelah dipakai mengepel, air tersebut sudah bercampur dengan debu, kotoran, rambut, sisa makanan kecil, minyak, dan cairan pembersih. Jika digunakan ulang, kotoran yang sudah terangkat bisa kembali menyebar ke permukaan rumah.
Bisa Membawa Kotoran dari Permukaan Rumah

Saat mengepel, kain pel bekerja mengangkat kotoran dari lantai. Setelah kain pel dicelupkan kembali ke ember, sebagian kotoran akan berpindah ke air. Semakin luas area yang dipel, semakin banyak kotoran yang bercampur di dalam air bekas pel lantai.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), membersihkan permukaan dengan sabun atau pembersih dapat membantu menghilangkan sebagian besar kuman, kotoran, dan debu dari permukaan rumah. Namun, jika air yang sudah kotor terus digunakan, proses membersihkan lantai bisa menjadi kurang maksimal karena air tidak lagi berada dalam kondisi bersih.
Baca juga: Air untuk Mandi Bayi Perlu Diperhatikan, Ini Alasannya
Memakai Ulang Air Pel Bisa Membuat Lantai Bau
Air bekas pel lantai juga dapat membawa sisa bau dari area yang dibersihkan. Misalnya, lantai dapur yang terkena minyak, area dekat tempat sampah, atau lantai kamar mandi yang lembap. Ketika air bekas tersebut digunakan lagi di ruang lain, bau tidak sedap bisa ikut berpindah.
Selain itu, campuran kotoran dan sisa pembersih yang terlalu lama berada di ember dapat membuat air menjadi semakin keruh dan tidak nyaman digunakan. Itulah sebabnya air pel sebaiknya diganti jika sudah berubah warna, berbau, atau setelah digunakan untuk area yang cukup kotor.
Air Bekas Pel Lantai Bukan untuk Membilas Peralatan
Sebagian orang mungkin tergoda memakai air bekas pel lantai untuk membilas lap, menyiram area luar, atau membersihkan benda lain. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari, terutama untuk benda yang sering disentuh tangan, berada di area dapur, atau berdekatan dengan peralatan makan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa permukaan yang kotor sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum proses sanitasi atau disinfeksi karena kotoran dapat membuat bahan sanitasi atau desinfektan lebih sulit bekerja dengan baik. Artinya, kebersihan air dan permukaan tetap penting agar proses membersihkan tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga lebih efektif.
Gunakan Air Bersih untuk Mengepel Area Rumah
Agar lantai benar-benar terasa bersih, gunakan air bersih saat mulai mengepel. Jika rumah cukup luas, air pel bisa diganti beberapa kali, terutama setelah membersihkan area dapur, kamar mandi, atau bagian rumah yang banyak dilalui alas kaki. Kain pel juga perlu dibilas sampai kotorannya berkurang, lalu dikeringkan setelah digunakan agar tidak menimbulkan bau.
Kebiasaan sederhana ini membantu lantai terasa lebih nyaman saat diinjak. Rumah juga tidak mudah terasa pengap karena sisa kotoran dan bau tidak berpindah dari satu area ke area lainnya.
Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Air Rumah
Air bersih punya peran penting dalam kegiatan membersihkan rumah, termasuk saat mengepel lantai. Karena itu, air yang sudah layak digunakan tetap perlu disimpan dengan baik sebelum dipakai untuk mandi, mencuci, membersihkan dapur, atau merawat area rumah.
Wadah penyimpanan air perlu dibersihkan dan disanitasi sebelum digunakan agar air yang disimpan tetap lebih aman. Penyimpanan air yang bersih dan tertutup membantu mengurangi risiko paparan kotoran selama air berada di rumah.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Air bekas pel lantai sebaiknya langsung dibuang setelah digunakan. Dengan memakai air bersih untuk mengepel dan menjaga penyimpanan air di rumah, kegiatan membersihkan lantai bisa terasa lebih maksimal dan rumah tetap nyaman untuk keluarga.
Baca juga: Permukaan Dalam Gayung Terasa Licin? Ini Penyebabnya
