Sebelum Memilih Kamar Kos, Cek 5 Hal Ini dari Fasilitas Airnya

Sebelum Memilih Kamar Kos, Cek 5 Hal Ini dari Fasilitas Airnya

Memilih kamar kos tidak cukup hanya melihat ukuran kamar, lokasi, harga sewa, atau fasilitas Wi-Fi. Ada satu hal yang sering baru terasa penting setelah ditempati, yaitu fasilitas air kamar kos. Kalau air sering kecil, tiba-tiba mati, berbau, atau ternyata ada biaya tambahan yang belum dijelaskan, aktivitas harian bisa jadi kurang nyaman.

Air dipakai untuk banyak kebutuhan penghuni kos, mulai dari mandi, mencuci muka, mencuci piring, membersihkan kamar mandi, sampai mencuci pakaian jika kos menyediakan area cuci. Karena itu, sebelum memilih kamar kos, fasilitas airnya perlu dicek dengan teliti. Pengecekan ini sederhana, tetapi bisa membantu menghindari masalah yang berulang setelah pindah.

Supaya tidak menyesal setelah pindah, berikut lima hal dari fasilitas air kamar kos yang sebaiknya kamu cek sejak awal.

1. Cek Kelancaran Aliran dari Fasilitas Air Kamar Kos

Hal pertama yang perlu dicek adalah kelancaran aliran air. Saat survei kamar, jangan hanya melihat kamar dalam keadaan kosong dan rapi. Coba buka keran kamar mandi, wastafel, dan flush toilet jika tersedia. Dari situ, kamu bisa melihat apakah air mengalir lancar, tekanannya cukup, atau justru terlalu kecil.

Aliran air yang kecil bisa membuat aktivitas harian terasa lebih lama. Mandi jadi kurang nyaman, mencuci tangan tidak maksimal, dan toilet bisa sulit digunakan dengan baik.EPA WaterSense juga menyarankan pemeriksaan keran secara berkala, termasuk memperhatikan tetesan air, kebocoran di sambungan pipa, dan penumpukan kerak yang dapat menghambat aliran air. 

2. Perhatikan Kualitas Air Kamar Kos Sebelum Menyewa

Selain lancar, kualitas air kamar kos juga perlu diperhatikan. Air yang digunakan sehari-hari sebaiknya terlihat jernih, tidak berbau menyengat, dan tidak meninggalkan rasa aneh saat dipakai. Jika air tampak keruh, berbau besi, berbau tanah, atau meninggalkan noda pada lantai kamar mandi, kondisi tersebut sebaiknya ditanyakan kepada pemilik kos.

Kualitas air yang kurang baik bisa memengaruhi kenyamanan penghuni. Air yang berbau atau keruh dapat membuat mandi terasa kurang segar, pakaian menjadi kurang nyaman setelah dicuci, dan kamar mandi lebih cepat terlihat kusam. Di Indonesia, Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 mengatur standar baku mutu kesehatan lingkungan, termasuk air untuk keperluan higiene dan sanitasi. 

Baca juga: Kenapa Rumah di Permukiman Padat Penduduk Sulit Memiliki Cadangan Air?

3. Pastikan Air Tersedia saat Dibutuhkan

Ketersediaan air juga menjadi hal penting sebelum memilih kamar kos. Tanyakan kepada pemilik atau penghuni lama apakah air tersedia selama 24 jam, sering mati pada jam tertentu, atau berkurang saat musim kemarau. Informasi ini penting karena setiap kos memiliki sistem air yang berbeda.

Beberapa kos menggunakan tandon untuk membantu menjaga cadangan air saat pasokan utama sedang tidak stabil. Jika kos memiliki tandon, tanyakan apakah kapasitasnya cukup untuk jumlah penghuni dan apakah tandon dibersihkan secara berkala. Air yang tersedia sepanjang hari akan membuat rutinitas lebih tenang, terutama bagi penghuni yang sering pulang malam atau harus beraktivitas pagi-pagi.

4. Ketahui Sumber Air yang Digunakan Kos

Sebelum menyewa kamar, sumber air juga perlu diketahui. Kos bisa menggunakan air PAM, sumur bor, pompa, atau kombinasi beberapa sumber air. Setiap sumber air memiliki karakter yang berbeda, sehingga penghuni perlu memahami kondisi air yang akan digunakan setiap hari.

Air PAM biasanya berasal dari jaringan perpipaan, sedangkan sumur bor bergantung pada kondisi air tanah di area tersebut. Di beberapa lokasi, air sumur bisa terasa lebih berbau, berwarna, atau meninggalkan endapan. Mengetahui sumber air sejak awal membantu kamu menilai apakah fasilitas air kamar kos sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan harian.

5. Tanyakan Sistem Pembayaran Tagihan Air

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah biaya air. Sebelum menyepakati kamar, pastikan apakah biaya air sudah termasuk dalam uang sewa atau dibayar terpisah. Beberapa kos memasukkan biaya air ke dalam paket bulanan, sementara kos lain menghitungnya berdasarkan pemakaian atau membebankan biaya tambahan bersama tagihan listrik.

Kejelasan biaya akan membantu kamu mengatur pengeluaran bulanan dengan lebih tenang. Jangan sampai harga sewa terlihat murah di awal, tetapi ternyata ada tambahan biaya air yang cukup besar. Dengan menanyakan sistem pembayaran sejak awal, kamu bisa membandingkan kamar kos secara lebih adil.

Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Air Kos

Fasilitas air kamar kos yang baik bukan hanya soal air bisa mengalir, tetapi juga bagaimana air disimpan sebelum digunakan penghuni. Kos dengan banyak penghuni membutuhkan sistem penyimpanan air yang tertutup, terlindungi, dan mudah dirawat agar air yang sudah layak digunakan tetap lebih terjaga.

World Health Organization menjelaskan bahwa pengolahan dan penyimpanan air rumah tangga yang aman berperan penting dalam menjaga kualitas air, terutama saat air berasal dari sumber yang tidak selalu aman atau pasokan perpipaan yang tidak selalu andal. Selain itu, Centers for Disease Control (CDC) juga menekankan pentingnya membersihkan dan mensanitasi wadah penyimpanan air sebelum digunakan. 

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah maupun bangunan kos. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Sebelum memilih kamar kos, mengecek fasilitas air bisa menjadi langkah kecil yang sangat berguna. Dengan aliran air yang lancar, kualitas air yang baik, sumber air yang jelas, cadangan air yang memadai, dan biaya yang transparan, tinggal di kos bisa terasa lebih nyaman setiap hari.

Baca juga: Permukaan Dalam Gayung Terasa Licin? Ini Penyebabnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *