Bayangkan sedang traveling ke Islandia. Udara dingin, pemandangan gunung es di kejauhan, lalu saat haus kamu cukup membuka keran di penginapan untuk minum air segar. Tidak perlu dimasak, tidak perlu filter tambahan, dan tidak harus membeli air botolan. Kedengarannya seperti pengalaman yang jarang ditemui, tetapi di Islandia hal tersebut adalah kebiasaan sehari-hari.
Islandia dikenal sebagai salah satu negara dengan kualitas air yang sangat baik. Air keran di banyak wilayah Islandia aman diminum langsung, terutama air dingin dari keran. Visit Reykjavík bahkan memperkenalkan air keran Islandia dengan nama Kranavatn, yaitu air yang terbentuk dari proses alam selama ribuan tahun melalui gletser dan tersaring oleh hamparan lava.
Kondisi ini membuat banyak wisatawan terkejut. Di beberapa negara, air keran belum tentu aman diminum langsung. Namun, di Islandia, membawa botol minum sendiri dan mengisi ulang dari keran justru menjadi kebiasaan yang umum dilakukan.
Kenapa Air Keran di Islandia Bisa Aman?

Rahasia utama air keran Islandia ada pada sumber airnya. Sebagian besar air minum di Islandia berasal dari air tanah. Informasi resmi dari Visit South Iceland menyebut sekitar 96% air minum Islandia berasal dari groundwater atau air tanah, dengan kualitas yang dipantau secara ketat sehingga aman diminum langsung dari keran.
Kondisi alam Islandia juga sangat mendukung. Negara ini memiliki banyak wilayah vulkanik, batuan basalt, dan sumber air alami. Air hujan dan lelehan gletser meresap ke tanah, lalu melewati lapisan batuan vulkanik yang membantu proses penyaringan alami. Dari proses panjang tersebut, air yang muncul kembali memiliki karakter yang jernih, segar, dan rendah kandungan mineral tertentu.
Visit South Iceland juga menjelaskan bahwa karena bedrock Islandia banyak didominasi basalt, air di sana memiliki kandungan mineral yang lebih rendah dibandingkan banyak negara lain. Airnya tergolong soft water, dengan kandungan kalsium dan magnesium yang rendah, sehingga rasanya lebih ringan saat diminum.
Tetap Dipantau, Meski Sumbernya Alami
Walaupun sumber air Islandia sangat alami, kualitas airnya tidak dibiarkan begitu saja. Air minum tetap dipantau agar aman digunakan masyarakat. Penelitian tentang kualitas air minum di Islandia menyebut bahwa air minum di sana umumnya masih sangat baik dari sumbernya, sebagian besar berasal dari air tanah, dan biasanya tidak membutuhkan banyak pengolahan kecuali ketika ada risiko masuknya air permukaan. Jika air permukaan digunakan, proses penyaringan dan disinfeksi UV dapat dilakukan.
Inilah yang membuat air keran Islandia terasa berbeda. Air tidak hanya berasal dari alam yang bersih, tetapi juga didukung sistem pengawasan yang baik. Jadi, air keran bisa diminum langsung bukan karena kebetulan, melainkan karena sumber air, kondisi geologi, dan pengelolaan kualitas airnya berjalan dengan baik.
Namun, ada hal kecil yang sering dibahas wisatawan. Air panas di Islandia kadang memiliki aroma belerang karena banyak dipengaruhi sistem geotermal. Karena itu, untuk minum, warga dan wisatawan biasanya menggunakan air dingin dari keran, bukan air panas.
Pelajaran dari Islandia untuk Air di Rumah
Kisah air keran Islandia memberi pelajaran sederhana. Air yang aman dan nyaman digunakan tidak hanya ditentukan oleh sumbernya, tetapi juga oleh cara air dikelola, dialirkan, dan disimpan sebelum sampai ke pengguna.
Di Indonesia, kondisi air tentu berbeda. Tidak semua air keran dirancang untuk diminum langsung. Air juga sering melewati pipa, pompa, dan tempat penyimpanan sebelum digunakan di rumah. Karena itu, kualitas penyimpanan air menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.
Air yang awalnya cukup baik bisa berubah jika disimpan di tempat yang kurang terlindungi. Tangki yang mudah terkena panas, cahaya matahari, lumut, jamur, atau kotoran dari luar dapat membuat kualitas air menurun. Kadang air masih terlihat jernih, tetapi mulai terasa kurang segar, meninggalkan endapan, atau membuat wadah lebih cepat licin.
Penyimpanan Air Punya Peran Besar
Air di rumah digunakan untuk banyak aktivitas, mulai dari mandi, mencuci, memasak, mencuci botol anak, membersihkan peralatan makan, sampai menyiram tanaman. Karena digunakan setiap hari, air sebaiknya tersimpan di tempat yang aman dan higienis.
Islandia bisa menikmati air keran yang aman karena sumber airnya bersih, sistemnya terjaga, dan kualitasnya dipantau. Di rumah, prinsip yang sama bisa diterapkan dalam bentuk yang lebih sederhana, yaitu menjaga sumber air dan tempat penyimpanan air agar tetap lebih terlindungi.
Memilih tangki air tidak sebaiknya hanya melihat kapasitas. Material tangki, perlindungan dari sinar matahari, kemampuan mencegah lumut, dan keamanan untuk penyimpanan air harian juga perlu menjadi perhatian. Dengan penyimpanan yang tepat, air lebih siap digunakan untuk berbagai kebutuhan keluarga.
Baca juga: Perhitungan Kapasitas Tangki Air Berdasarkan Kebutuhan Harian Rumah
Air Lebih Terjaga Dimulai dari Tangki yang Tepat
Air keran di Islandia bisa langsung diminum karena didukung oleh alam, sistem pengawasan, dan pengelolaan air yang baik. Di Indonesia, kebutuhannya bisa berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama: air yang digunakan setiap hari perlu dijaga sejak dari sumber sampai tempat penyimpanannya.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan tangki air MPOIN, air tersimpan di tempat yang dirancang untuk membantu melindungi kualitasnya sebelum digunakan. Jadi, meskipun kondisi air di Indonesia berbeda dengan Islandia, keluarga tetap bisa menjaga air harian agar lebih higienis, nyaman, dan terlindungi melalui sistem penyimpanan air yang tepat.
Baca juga: El Nino “Godzilla” Bisa Bikin Air Rumah Ikut Terdampak?
