Keset Kamar Mandi Cepat Bau Meski Sering Dicuci, Apa Penyebabnya?

Keset Kamar Mandi Cepat Bau Meski Sering Dicuci, Apa Penyebabnya?

Keset kamar mandi seharusnya membantu menyerap air sekaligus menjaga lantai agar tidak terlalu licin. Namun, keset kamar mandi cepat bau meski sudah dicuci secara rutin. Aroma apek bahkan dapat muncul kembali hanya dalam satu atau dua hari setelah keset digunakan.

Masalah tersebut bukan selalu disebabkan oleh keset yang jarang dibersihkan. Kelembapan yang tertahan, sisa sabun, kondisi lantai, sirkulasi udara, hingga air yang digunakan untuk mencuci dapat memengaruhi kebersihan keset. Karena itu, mencuci keset saja belum tentu cukup apabila sumber kelembapan dan bau tidak ikut diatasi.

Mengapa Keset Kamar Mandi Cepat Bau?

Mengapa Keset Kamar Mandi Cepat Bau?

Penyebab utama keset kamar mandi cepat bau adalah kelembapan yang bertahan terlalu lama di dalam serat kain. Setiap hari, keset menerima tetesan air dari tubuh, cipratan dari area mandi, serta air yang terbawa telapak kaki. Ketika keset terus dibiarkan menempel pada lantai, bagian bawahnya sulit terkena aliran udara sehingga proses pengeringannya menjadi lebih lambat.

Kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme penyebab aroma apek. United States Environmental Protection Agency atau EPA menjelaskan bahwa pengendalian jamur sangat berkaitan dengan pengendalian kelembapan. 

Material dan permukaan yang basah juga dianjurkan untuk dikeringkan dalam waktu 24 hingga 48 jam agar pertumbuhan jamur dapat dicegah. 

Sisa Sabun Menumpuk di Serat Keset

Keset kamar mandi tidak hanya menyerap air. Sisa sabun, debu, sel kulit mati, minyak dari telapak kaki, dan kotoran dari lantai juga dapat masuk ke dalam seratnya. Jika proses pencucian tidak mengangkat seluruh residu tersebut, kotoran akan tetap tertinggal dan menghasilkan aroma kurang sedap saat keset kembali lembap.

Penggunaan detergen dalam jumlah terlalu banyak juga belum tentu membuat keset semakin bersih. Busa yang tidak terbilas dengan baik dapat meninggalkan residu, membuat serat keset terasa kaku, dan memudahkan kotoran menempel kembali. Keset sebaiknya dicuci menggunakan detergen secukupnya, dibilas sampai tidak berbusa, lalu dikeringkan secara menyeluruh.

Baca juga: Jangan Langsung Mandi Setelah Olahraga, Ini Alasannya

Keset Kamar Mandi Cepat Bau karena Belum Kering

Permukaan keset mungkin terasa kering saat disentuh, tetapi bagian dalamnya masih dapat menyimpan air. Kondisi ini umum terjadi pada keset tebal, berbulu panjang, atau mempunyai lapisan antiselip di bagian bawah.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menyarankan agar permukaan yang dibersihkan segera dikeringkan. Sirkulasi udara juga perlu ditingkatkan untuk membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan. 

Setelah digunakan, keset sebaiknya tidak terus dibiarkan terhampar di lantai. Gantung keset agar kedua sisinya terkena udara. Jendela atau pintu kamar mandi juga dapat dibuka setelah mandi agar uap air tidak terlalu lama terperangkap di dalam ruangan.

Lantai dan Saluran Air Dapat Menjadi Sumber Bau

Aroma yang dianggap berasal dari keset terkadang datang dari lantai di bawahnya. Nat keramik yang kotor, genangan air, kebocoran kecil, atau saluran pembuangan yang bermasalah dapat menghasilkan bau yang kemudian terserap oleh keset.

Sebelum meletakkan keset yang sudah dicuci, bersihkan dan keringkan lantai terlebih dahulu. Periksa juga apakah terdapat air yang tertahan di bawah keset atau saluran pembuangan yang mengalir terlalu lambat. EPA turut menyarankan penggunaan ventilasi kamar mandi untuk membantu mengeluarkan kelembapan dari dalam ruangan.

Kualitas Air Turut Memengaruhi Kebersihan Keset

Air yang digunakan untuk mencuci dan membilas keset juga perlu diperhatikan. Air yang mengandung endapan, berbau, atau tersimpan di dalam tangki yang kurang terlindungi dapat membuat hasil pencucian terasa kurang maksimal. Keset mungkin terlihat bersih, tetapi aroma kurang segar dapat muncul kembali setelah kain mengering.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam membantu menjaga kualitas air di rumah. Tangki air MPOIN dibuat menggunakan material food grade dan BPA free, serta dilengkapi perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, dan teknologi antimicrobial. Dilengkapi garansi 50 tahun, tangki air MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk mencuci keset dan memenuhi berbagai kebutuhan harian keluarga.

Dengan tangki air MPOIN, air disimpan dalam wadah yang dirancang untuk membantu mempertahankan kualitasnya sebelum digunakan. Penyimpanan air yang lebih terjaga dapat mendukung aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian, membersihkan kamar mandi, hingga membilas keset agar terasa lebih bersih, nyaman, dan tidak mudah meninggalkan bau.

Baca juga: Endapan Air Sering Muncul di Rumah, Apa Penyebabnya?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *