Kapasitas Septic Tank Rumah Perlu Sesuai Jumlah dengan Penghuni, Ini Alasannya

Kulit Iritasi Setelah Main Ombak Pantai? Kenali Tandanya!

Main ombak di pantai memang menyenangkan. Air laut yang segar, angin pantai, dan suasana liburan bisa membuat tubuh terasa lebih rileks. Namun, setelah terlalu lama bermain di pantai, sebagian orang bisa merasakan kulit gatal, perih, kering, atau muncul kemerahan.

Kulit iritasi setelah main ombak pantai bisa terjadi karena beberapa faktor. Air laut mengandung garam yang dapat membuat kulit terasa lebih kering, terutama pada kulit sensitif. Paparan sinar matahari, pasir, keringat, sisa sunscreen, pakaian renang yang lembap, sampai kondisi air laut juga bisa membuat kulit terasa kurang nyaman.

Menurut Cleveland Clinic, garam pada air laut dapat mengiritasi kulit yang rentan eksim atau sensitif. Karena itu, setelah berenang di laut, kulit sebaiknya segera dibilas untuk membantu mengangkat sisa garam dari permukaan kulit.

Kulit Gatal dan Kemerahan Setelah dari Pantai

Salah satu tanda yang sering muncul setelah main ombak adalah kulit terasa gatal. Rasa gatal ini bisa disertai kemerahan, bentol kecil, atau sensasi panas pada area kulit. Kondisi tersebut bisa terasa lebih jelas di bagian tubuh yang tertutup pakaian renang, area yang bergesekan dengan pasir, atau bagian kulit yang terlalu lama terkena sinar matahari.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menjelaskan bahwa swimmer’s itch dapat muncul sebagai ruam kulit akibat reaksi alergi terhadap parasit mikroskopis yang ditemukan di air tawar maupun air asin, termasuk danau, kolam, dan laut. Ruam ini bisa muncul setelah seseorang berenang atau berendam di perairan luar ruangan.

Meski tidak semua gatal setelah dari pantai berarti swimmer’s itch, tanda seperti gatal, kemerahan, ruam, atau rasa terbakar tetap perlu diperhatikan. Jika keluhan terasa semakin mengganggu, menyebar, bernanah, atau disertai demam, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis.

Kulit Perih Bisa Dipicu Matahari dan Garam Laut

Selain gatal, kulit juga bisa terasa perih setelah main ombak. Rasa perih bisa muncul karena kulit terlalu lama terkena sinar matahari atau karena kulit menjadi kering setelah kontak dengan air laut. Paparan sinar ultraviolet dapat memicu sunburn, terutama jika kulit tidak terlindungi dengan baik.

American Academy of Dermatology Association menyarankan mandi atau berendam dengan air sejuk untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat sunburn. Setelah itu, kulit dapat diberi pelembap yang mengandung aloe vera atau soy saat kulit masih lembap agar terasa lebih nyaman.

Air laut yang menempel terlalu lama di kulit juga bisa membuat kulit terasa kencang dan kering. Karena itu, membilas tubuh setelah dari pantai menjadi langkah sederhana yang penting. Kulit yang sudah terkena garam, pasir, dan keringat perlu dibersihkan dengan air yang lebih bersih agar rasa lengket dan perih berkurang.

Luka Kecil Perlu Lebih Diperhatikan

Saat bermain di pantai, kulit bisa tergores pasir, karang, atau benda kecil yang tidak terlihat. Luka kecil sering dianggap sepele, padahal kulit yang sedang terluka lebih rentan terasa perih setelah terkena air laut. Area kulit yang terbuka juga perlu lebih hati-hati karena kuman dari lingkungan bisa masuk melalui luka.

CDC menyarankan untuk tidak masuk ke air jika memiliki luka terbuka yang masih dalam proses penyembuhan. Jika tetap harus masuk ke air, luka perlu ditutup sepenuhnya dengan perban tahan air karena kuman di air dapat masuk melalui luka terbuka dan menyebabkan infeksi.

Setelah selesai bermain di pantai, tubuh sebaiknya segera dibilas. Membersihkan kulit dari garam, pasir, dan kotoran membantu kulit terasa lebih nyaman. Pakaian renang yang basah juga sebaiknya segera diganti agar kulit tidak terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Bilas Tubuh dengan Air yang Lebih Terjaga

Setelah main ombak pantai, membilas tubuh bukan sekadar menghilangkan rasa lengket. Bilasan air membantu mengangkat sisa garam, pasir, keringat, dan sunscreen dari kulit. Jika air bilasan kurang terjaga, kulit yang sedang sensitif bisa terasa semakin tidak nyaman.

Air yang digunakan untuk mandi setelah dari pantai perlu berasal dari penyimpanan yang bersih dan terlindungi. Air yang berbau, mengandung endapan, atau tersimpan di wadah kurang higienis bisa membuat aktivitas membersihkan tubuh terasa kurang maksimal. Apalagi setelah kulit terkena panas matahari dan air laut, tubuh membutuhkan air yang lebih nyaman untuk membilas permukaan kulit.

Di rumah, kualitas air tidak hanya penting untuk minum dan memasak. Air juga dipakai untuk mandi, mencuci pakaian pantai, membilas sandal, membersihkan handuk, dan menjaga kebersihan tubuh setelah beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: PCOS Bisa Menghambat Proses Diet? Ini Penjelasan Medisnya!

Kulit Lebih Nyaman dengan Air yang Terjaga

Kulit iritasi setelah main ombak pantai bisa ditandai dengan gatal, kemerahan, perih, kering, atau muncul ruam. Penyebabnya bisa berasal dari garam laut, paparan matahari, pasir, pakaian basah, luka kecil, atau kondisi air saat berenang. Karena itu, membilas tubuh dengan air yang lebih terjaga menjadi langkah sederhana yang penting setelah pulang dari pantai.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan tangki air MPOIN, air tersimpan di tempat yang dirancang untuk membantu melindungi kualitasnya sebelum digunakan. Setelah beraktivitas di pantai, air yang tersimpan lebih higienis membantu keluarga membilas tubuh, mencuci perlengkapan, dan menjaga kenyamanan kulit dengan lebih tenang.

Baca juga: Air untuk Cuci Bahan Makanan Harus Terjaga, Ini Alasannya 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *