Anak Sering Main di Lantai

Anak Sering Main di Lantai? Ini 5 Hal yang Perlu Dicek

Anak sering main di lantai karena terasa luas, bebas, dan mudah dijadikan tempat bermain. Dari menyusun balok, menggambar, merangkak, sampai rebahan sambil membawa mainan, lantai sering menjadi ruang eksplorasi anak di rumah. Namun, karena anak sering menyentuh lantai lalu memegang mainan, makanan, atau wajahnya, area tersebut perlu diperhatikan lebih teliti.

Lantai yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bebas dari debu, remah makanan, rambut, atau benda kecil. Karena itu, orang tua perlu melakukan pengecekan sederhana sebelum anak bermain. Bukan untuk membuat rumah steril berlebihan, tetapi agar anak bisa bermain dengan lebih nyaman dan area rumah tetap terjaga. 

Agar lebih mudah dipahami, berikut 5 hal yang perlu dicek di lantai yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

anak main di lantai

1. Cek Debu dan Kotoran yang Menempel

Hal pertama yang perlu dicek adalah debu dan kotoran kecil di permukaan lantai. Debu bisa berasal dari udara, alas kaki, ventilasi, bulu hewan peliharaan, atau aktivitas harian di rumah. Ketika anak bermain di lantai, debu mudah menempel pada tangan, pakaian, dan mainan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), membersihkan permukaan dengan sabun atau pembersih dapat membantu menghilangkan sebagian besar kuman, kotoran, dan debu dari permukaan rumah. Artinya, menyapu saja kadang belum cukup, terutama untuk area yang sering dipakai anak bermain. Mengepel lantai secara rutin dengan air bersih dapat membantu menjaga area bermain tetap lebih nyaman. 

2. Perhatikan Benda Kecil di Sekitar Area Bermain

Anak yang masih kecil sering penasaran dengan benda di sekitarnya. Koin, potongan plastik, tutup pulpen, baterai kecil, manik-manik, atau bagian mainan yang lepas bisa terlihat menarik bagi anak. Masalahnya, benda kecil dapat masuk ke mulut dan berisiko menyebabkan tersedak.

HealthyChildren.org menyarankan orang tua untuk sering mengecek lantai dari benda kecil yang berbahaya jika tertelan anak. Pemeriksaan ini penting, terutama jika di rumah ada anak yang lebih besar, karena mainan berukuran kecil bisa tercecer di area bermain adiknya. 

Baca juga: Cara Membuat Rumah Lebih Siap dalam 5 Menit

3. Pastikan Area Basah Tidak Membuat Lantai Licin

Area basah juga perlu dicek sebelum anak bermain. Tetesan air dari kamar mandi, dapur, dispenser, atau area cuci dapat membuat lantai licin. Anak yang sedang aktif bergerak bisa terpeleset jika lantai terlalu basah atau belum dikeringkan.

Selain berisiko licin, area lembap juga bisa menimbulkan bau dan membuat kotoran lebih mudah menempel. Jika ada lantai yang sering basah, orang tua perlu mencari penyebabnya, misalnya dari keran yang menetes, sambungan pipa yang rembes, atau kebiasaan menaruh wadah air tanpa alas. Dengan begitu, area bermain anak tetap kering dan lebih aman digunakan.

4. Cek Mainan yang Sering Bersentuhan dengan Lantai

Mainan anak sering berpindah dari lantai ke tangan, lalu kembali lagi ke lantai. Karena itu, mainan yang sering dipakai juga perlu dibersihkan secara berkala. Mainan berbahan plastik biasanya lebih mudah dilap atau dicuci, sedangkan mainan kain perlu dikeringkan dengan baik agar tidak lembap terlalu lama.

Jika mainan jatuh ke area yang kotor, sebaiknya jangan langsung diberikan kembali kepada anak sebelum dibersihkan. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi perpindahan debu dan kotoran dari lantai ke tangan anak. Area penyimpanan mainan juga perlu dijaga agar mainan tidak tercecer di sudut ruangan yang jarang dibersihkan.

5. Perhatikan Kebersihan Tangan Anak Setelah Bermain

Setelah anak bermain di lantai, tangan anak juga perlu diperhatikan. Anak sering menyentuh mainan, lantai, lalu memegang wajah atau makanan tanpa sadar. Karena itu, mencuci tangan setelah bermain menjadi kebiasaan sederhana yang membantu menjaga kebersihan sehari-hari.

CDC menyarankan mencuci tangan dengan sabun dan air dapat membantu menghilangkan kuman dari tangan. Kebiasaan ini penting dilakukan setelah anak bermain, sebelum makan, dan setelah menggunakan kamar mandi. Dengan tangan yang bersih, aktivitas anak di rumah bisa terasa lebih nyaman dan lebih terjaga.

Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Air Rumah

Saat anak suka main di lantai, kebersihan lantai tidak lepas dari air yang digunakan untuk mengepel dan membersihkan area rumah. Air yang bersih membantu proses membersihkan lantai, mainan, dan area basah menjadi lebih nyaman. Sebaliknya, air yang berbau, keruh, atau membawa kotoran dapat membuat proses membersihkan rumah terasa kurang maksimal.

Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Anak yang aktif bermain di lantai membutuhkan ruang yang bersih, kering, dan aman dari benda kecil berbahaya. Dengan mengecek debu, benda kecil, area basah, mainan, dan kualitas air rumah, orang tua dapat membuat aktivitas bermain anak terasa lebih nyaman setiap hari.

Baca juga: Talenan Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini Cara Mencucinya yang Benar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *