Anak sering rewel karena ruam tentu bisa membuat orang tua ikut cemas. Apalagi jika kulit anak tampak merah, terasa gatal, atau membuat anak terlihat tidak nyaman saat bergerak, tidur, maupun bermain. Ruam dapat muncul di leher, punggung, tangan, kaki, area lipatan kulit, atau area popok pada anak yang masih memakainya.
Ruam pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kulit yang terlalu lembap, gesekan pakaian, produk yang kurang cocok, hingga kebersihan lingkungan sekitar. Dikutip dari National Health Service (NHS), ruam pada bayi dan anak cukup sering terjadi dan penyebabnya bisa beragam, tetapi orang tua tetap perlu memperhatikan gejala yang menyertai ruam, terutama jika kondisi anak tampak memburuk atau membuatnya sangat tidak nyaman.
Berikut 5 hal yang perlu diperhatikan saat anak sering rewel karena ruam.

1. Kulit yang Lembap Bisa Membuat Ruam Makin Tidak Nyaman
Kulit yang terlalu lembap dapat membuat ruam terasa makin mengganggu. Area lipatan seperti leher, ketiak, paha, punggung, atau area popok lebih mudah berkeringat dan bergesekan dengan pakaian. Jika bagian tersebut tidak dibersihkan dan dikeringkan dengan baik, kulit anak bisa tampak kemerahan dan terasa perih.
Saat anak selesai mandi atau berkeringat, keringkan tubuhnya dengan lembut. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena area yang sedang ruam biasanya lebih sensitif. Cara sederhana seperti menepuk kulit perlahan dengan handuk bersih dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
2. Perhatikan Sabun, Deterjen, dan Produk yang Menyentuh Kulit
Anak sering rewel karena ruam juga bisa dipicu oleh produk yang bersentuhan langsung dengan kulit. Sabun mandi, sampo, deterjen, pewangi pakaian, tisu basah, lotion, atau minyak yang kurang cocok dapat membuat kulit anak lebih mudah iritasi.
Jika ruam muncul setelah memakai produk baru, orang tua sebaiknya memperhatikan kemungkinan adanya pemicu dari produk tersebut. Pakaian anak juga perlu diperhatikan. Bahan yang terlalu kasar atau ukuran yang terlalu ketat dapat menambah gesekan pada kulit dan membuat ruam terasa makin tidak nyaman.
Baca juga: Air untuk Mandi Bayi Perlu Diperhatikan, Ini Alasannya
3. Cek Suhu dan Kondisi Air saat Anak Mandi
Air mandi juga perlu diperhatikan saat anak sedang mengalami ruam. Air yang terlalu panas dapat membuat kulit terasa makin kering dan tidak nyaman. Sebaiknya gunakan air dengan suhu hangat yang nyaman di kulit, bukan panas.
Selain suhu, kondisi air juga penting. Air untuk mandi anak sebaiknya terlihat jernih, tidak berbau menyengat, dan tidak membawa kotoran yang tampak jelas. Air memang bukan satu-satunya penyebab ruam, tetapi karena bersentuhan langsung dengan kulit, kualitas air rumah tetap perlu dijaga agar proses mandi terasa lebih nyaman.
4. Jaga Kebersihan Tangan, Handuk, dan Pakaian Anak
Saat merawat kulit anak yang sedang ruam, kebersihan tangan orang tua juga penting. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air menjadi salah satu cara penting untuk membantu mencegah penyebaran kuman. Kebiasaan ini perlu dilakukan sebelum dan setelah membersihkan area kulit anak yang sedang sensitif.
Selain tangan, handuk, pakaian, sprei, dan alas tidur anak juga perlu dijaga kebersihannya. Handuk yang lembap terlalu lama bisa menimbulkan bau dan terasa kurang nyaman saat digunakan. Pakaian anak sebaiknya diganti saat basah karena keringat agar kulit tidak terus berada dalam kondisi lembap.
5. Perhatikan Tanda Ruam yang Perlu Diperiksa
Sebagian ruam dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, orang tua tetap perlu waspada jika ruam menyebar, disertai demam, muncul lepuh, luka, bengkak, bernanah, atau membuat anak tampak sangat kesakitan.
NHS menyarankan orang tua mencari bantuan medis jika khawatir dengan ruam pada bayi atau anak, terutama saat ruam berubah, memburuk, atau disertai gejala lain yang mengganggu kondisi anak.
Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Air Rumah
Anak sering rewel karena ruam tidak selalu disebabkan oleh air. Namun, air tetap menjadi bagian penting dalam perawatan harian anak karena digunakan untuk mandi, mencuci tangan, membersihkan handuk, dan mencuci pakaian. Jika air sudah layak digunakan, penyimpanan yang baik membantu menjaga kualitasnya sebelum dipakai.
World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa pengolahan dan penyimpanan air rumah tangga yang aman berperan penting dalam menjaga kualitas air, terutama ketika sumber air tidak selalu aman atau pasokan perpipaan tidak selalu andal.
Di sinilah tangki air MPOIN punya peran penting dalam menjaga kualitas air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.
Dengan memperhatikan kondisi kulit, produk yang digunakan, air mandi, kebersihan perlengkapan, dan tanda ruam yang perlu diperiksa, perawatan anak di rumah bisa terasa lebih tenang setiap hari.
Baca juga: Anak Sering Main di Lantai? Ini 5 Hal yang Perlu Dicek
