Air Sumur Kering Bukan Cuma karena Kemarau, Ini Penyebabnya

Air Sumur Kering Bukan Cuma karena Kemarau, Ini Penyebabnya

Musim kemarau memang sering menjadi penyebab utama air sumur jadi kering. Namun, kondisi sumur, pemakaian air tanah, lingkungan sekitar rumah, dan area resapan juga dapat memengaruhi kondisi tersebut. 

Lantas, apa saja penyebab air sumur kering selain musim kemarau? Simak penjelasannya berikut ini. 

Tidak Selalu karena Musim Kemarau

air sumur kering

Banyak orang langsung menghubungkan air sumur kering dengan musim kemarau. Anggapan ini memang tidak salah. Air sumur bergantung pada ketersediaan air tanah di bawah permukaan. Jika muka air tanah menurun, pompa bisa kesulitan menarik air, terutama pada sumur yang tidak terlalu dalam.

Dikutip dari U.S. Geological Survey atau USGS, keringnya air sumur dipengaruhi oleh kedalaman sumur, jenis akuifer, jumlah pemompaan, serta proses pengisian ulang air tanah dari curah hujan. 

Baca juga: Punya Cadangan Air Terbesar ke-7 Dunia, Kenapa Air Bersih di Indonesia Masih Langka?

Cadangan Air Tanah Berkurang karena Musim Kemarau 

Musim kemarau tetap menjadi salah satu penyebab air sumur kering yang paling sering dirasakan di rumah. Saat hujan jarang turun, air yang meresap ke tanah ikut berkurang. Padahal, air hujan membantu mengisi kembali cadangan air tanah yang digunakan oleh sumur.

Jika kemarau berlangsung cukup lama, air tanah dapat turun lebih dalam dari posisi biasanya. Sumur yang sebelumnya masih memiliki air bisa mulai melemah alirannya. USGS menjelaskan bahwa sumur yang kering belum tentu selamanya tidak memiliki air, karena muka air dapat kembali naik ketika pengisian ulang dari hujan meningkat.

Sumur Dangkal Lebih Mudah Kehabisan Air

Kedalaman sumur sangat berpengaruh terhadap ketahanan pasokan air. Sumur dangkal lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga lebih cepat merasakan perubahan musim. Saat air tanah turun, sumur dangkal bisa lebih cepat kering dibandingkan sumur yang mengambil air dari lapisan akuifer lebih dalam.

Namun, sumur dalam juga tetap bisa bermasalah jika pemompaan di sekitar wilayah tersebut sangat tinggi. Jadi, kedalaman sumur membantu, tetapi bukan satu-satunya jaminan bahwa air akan selalu tersedia sepanjang tahun.

Pemakaian Air Tanah Berlebih Bisa Menurunkan Muka Air

Penyebab air sumur kering juga dapat berasal dari pemakaian air tanah yang terlalu besar. Jika air dipompa lebih cepat daripada proses pengisian alaminya, muka air tanah dapat terus menurun. Kondisi ini sering terasa di kawasan yang banyak memakai sumur bor, area padat penduduk, atau wilayah dengan aktivitas rumah tangga dan usaha yang tinggi.

Menurut USGS, pemompaan air tanah yang lebih cepat daripada proses pengisian ulang dapat menyebabkan sumur mengering, terutama pada masa kekeringan. Penurunan muka air tanah juga dapat membuat debit sumur melemah dan pompa membutuhkan energi lebih besar untuk mengangkat air. 

Area Resapan Berkurang Membuat Air Sulit Masuk ke Tanah

Lingkungan sekitar rumah juga ikut memengaruhi ketersediaan air sumur. Halaman yang tertutup beton, jalan yang diperkeras, dan lahan hijau yang semakin sedikit dapat membuat air hujan lebih banyak mengalir ke saluran daripada meresap ke tanah.

Jika air hujan tidak cukup banyak masuk ke tanah, cadangan air tanah menjadi lebih sulit terisi kembali. Dalam jangka panjang, berkurangnya area resapan dapat membuat sumur lebih rentan mengalami penurunan debit, terutama saat kebutuhan air rumah sedang tinggi.

Penyimpanan Air yang Tepat Membantu Rumah Lebih Siap saat Air Sumur Kering

Penyebab air sumur kering perlu dipahami agar keluarga bisa lebih siap menghadapi perubahan pasokan air. Jika sumber air sedang menurun, keluarga perlu mengatur pemakaian air, memperhatikan kondisi sumur, dan menjaga area resapan di sekitar rumah. Selain itu, rumah juga perlu memiliki sistem penyimpanan air yang tepat agar air yang sudah tersedia dapat digunakan lebih teratur untuk kebutuhan harian.

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa pengolahan dan penyimpanan air rumah tangga yang aman berperan penting dalam menjaga kualitas air, terutama ketika air berasal dari sumber yang tidak selalu aman atau pasokan perpipaan tidak selalu andal.

Di sinilah tangki air MPOIN bisa menjadi pilihan untuk membantu penyimpanan air di rumah. Dengan material food grade, BPA free, perlindungan anti-UV, anti lumut, anti jamur, teknologi antimicrobial, dan dilengkapi garansi 50 tahun, MPOIN membantu menjaga air tetap lebih higienis untuk kebutuhan harian.

Dengan memahami penyebab air sumur kering dan menyiapkan tempat penyimpanan air yang sesuai, rumah bisa lebih siap menghadapi perubahan pasokan air. Cadangan air yang tersimpan dengan baik dapat membantu aktivitas keluarga tetap berjalan lebih nyaman, terutama saat aliran sumur mulai berkurang.

Baca juga: Sebelum Memilih Kamar Kos, Cek 5 Hal Ini dari Fasilitas Airnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *